Ahok Akui Pengelolaan Aset DKI Bermasalah

Wanda Indana    •    Jumat, 19 Jun 2015 15:27 WIB
ahok
Ahok Akui Pengelolaan Aset DKI Bermasalah
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Lukman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengelolaan aset Pemprov DKI seperti lahan, gedung, sarana dan prasarana bermasalah. Banyak aset dirampas swasta karena pendataan yang dilakukan pemerintah masih lemah.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama berjanji membenahi pengelolaan aset dengan merebut kembali aset milik DKI yang dirampas pihak-pihak tertentu.
 
"Memang dari dulu carut-marut. Sekarang sedang kami benahi, kami mau rebut kembali. Persoalannya, semua tanah diduduki orang. Preman, oknum RW, lurah, semua disewakan, dan dijual menjadi bengkel warung dan lainnya," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/6/2015).
 
Mantan Bupati Belitung Timur, itu mengakui, pihaknya minim pendataan atas aset milik Pemprov.  Ahok menuding, pejabat Pemprov terdahulu sengaja menghilangkan data aset-aset DKI. "Data lengkap tidak ada. Ada juga yang gak ada datanya, dihilangin dari dulu-dulu," tudingnya.
 
Ahok mendesak wali kota berani merebut aset DKI. Jika tidak, dia mengancam memecat anak buahnya itu. "Saya tanya sama Wali Kota, kalian punya nyali gak? Kalau gak punya nyali saya ganti nih sama yang punya nyali untuk rebut kembali. Kalau dia (yang ngerebut lahan) macam-macam, lapor polisi," tegasnya.
 
Ahok mengakui akan mendapat perlawanan dalam pendataan aset. Untuk meminimalisir konflik, pihaknya akan memasang plang di seluruh aset milik DKI.
 
"Sekarang kalau plang gak ada, kita pasang saja plang milik DKI sampai kamu gugat saya. Kalau gugat saya tanya mana bukti kamu? Bukti saya? Emang gue pikirin, kita dudukin aja dulu. Kita pakai cara preman saja sekarang soal aset," ujarnya.


(FZN)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

54 minutes Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA