Istana Ingin UU KPK Tak Ganggu Investasi

Yogi Bayu Aji    •    Jumat, 19 Jun 2015 17:17 WIB
revisi uu kpk
Istana Ingin UU KPK Tak Ganggu Investasi
Luhut Binsar Pandjaitan di KPK, Jumat (19/6/2015). Foto: Galih Pradipta/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo mengundang Pimpinan KPK ke rapat terbatas, Jumat (19/6/2015) sore nanti. Hal itu bertujuan untuk membahas rencana revisi Undang-Undang KPK dan aturan lain yang dianggap bisa mengganggu investasi.

"Tentu kita ingin aturan itu harmonisasi supaya aturan jangan tumpang-tindih. Termasuk juga masalah banyak peraturan perundangan-undangan yang menjadi tanpa disadari bisa hambat investasi. Itu juga pemerintah sekarang lakukan harmonisasi," kata Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2015).

Luhut menerangkan, pemerintah tak ingin tumpang-tindih aturan dimanfaatkan menjadi celah untuk menghukum orang yang tidak perlu dihukum. Salah satunya, kata dia, dalam konteks kebijakan.

"Jadi kita tidak boleh buat orang takut investasi karena ada celah hukum yang mungkin tidak pas tapi bisa digunakan untuk menghukum seseorang," terang dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata dia, ingin aturan main ini nantinya berlaku umum. Mereka akan membandingkan aturan serupa yang ada di negera tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Australia.

"Itu jadi acuan kita. Dari situ kita penyesuaian sehingga dengan demikian jadi menarik untuk orang investasi ke Indonesia," kata dia.


(KRI)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

3 hours Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA