Produksi Berlimpah, Mentan Takkan Ekspor Bawang Merah

Husen Miftahudin    •    Jumat, 19 Jun 2015 21:32 WIB
Produksi Berlimpah, Mentan Takkan Ekspor Bawang Merah
Sentra produksi bawang di Luwungragi, Brebes. FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Bima: Selama Juni ini, sentra produksi bawang merah seperti Brebes dan Bima telah terjadi panen raya. Tak ayal, dua sentra produksi tersebut mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri sebanyak 90 ribu ton pada bulan ini.

Seperti diketahui, produksi bawang merah dari beberapa sentra produksi untuk Juni ini sebanyak 140 ribu ton. Itu menandakan adanya kelebihan stok bawang merah untuk kebutuhan nasional. Namun begitu, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan tak akan mengekspor bawang merah ke luar negeri melainkan untuk memenuhi kebutuhan nasional.

"Kita selesaikan dulu Ramadan supaya harga bisa tetap stabil. Jakarta kemarin awalnya harga Rp36 ribu, setelah kami kirim (bawang merah hasil panen) dari Brebes, itu harga turun jadi Rp20 ribu," ujar Amran saat panen raya bawang merah di Desa Sangia, Sape, Bima, Jumat (19/6/2015).

Menurut dia, kebutuhan akan bawang merah saat puasa dan menjelang Lebaran selalu tak terduga. Meski bisa memprediksi, namun ada kemungkinan konsumsi bawang merah nasional saat puasa dan jelang Lebaran mengalami peningkatan.

Maka itu, untuk menjaga agar dapat memenuhi kebutuhan, pihaknya menahan over stok bawang merah nasional untuk kebutuhan dalam negeri. Ia menambahkan, pihaknya bersama Bupati Bima, Syafrudin HM Nur sepakat untuk membangun kawasan khusus produksi bawang merah. Hal itu dilakukan agar produksi bawang merah Bima bisa meningkat lebih tinggi dari yang dihasilkan saat ini. Bahkan bila perlu, maka bawang merah Bima dapat diekspor ke luar negeri.

"Kalau bisa kita kasih tambahan 2.000 (hektare) untuk tahun depan. Pembibitan kami bantu untuk betul-betul kita perkuat dan kita menanam komoditas berdasarkan keunggulan komparatif. Di sini iklimnya cocok untuk bawang dan berkualitas paling baik," pungkas Amran.
(AHL)