Tingkatkan Pelayanan, Kemenhub Akan Benahi Transportasi Laut

Deny Irwanto    •    Sabtu, 20 Jun 2015 01:19 WIB
Tingkatkan Pelayanan, Kemenhub Akan Benahi Transportasi Laut
Mudik memakai kapal---ANT/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Bobby R. Mamahit mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus melakukan pembenahan dalam transportasi laut, untuk mengoptimalkan pelayanan bagi warga Indonesia. Khususnya bagi warga yang tinggal di daerah terisolir.

"Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Laut akan terus mengupayakan pelayaran perintis memiliki kemampuan beroperasi secara optimal, bahkan meningkatkan kualitas pelayarannya," ujar Bobby ketika membuka Rakornas di KM.Kelud, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (19/6/2015).

Sebab, kata Bobby, Kemenhub masih menemukan berbagai pernasalahan dalam evaluasi penyelenggaraan pelayanan perintis.

"Contoh penyediaan BBM belum sesui kebutuhan satu round voyage. Jadwal pelayaran perintis belum terpadu dengan kapal Pelni dan kapal penyeberangan. Begitu pula waktu kapal perintis beroprasi dalam satu round voyage masih ada diatas 14 hari dan lainnya," paparnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Bobby berharap melalui Rakornas kali ini dapat menghasilkan rumusan pemikiran inovatif dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik. Apalagi pengelolaan pelayaran perintis tahun 2015 akan diberlakukan kontrak tahun jamak (multiyears contract).

"Untuk menghindari kekosongan oprasional pelayaran perintis yang diakibatkan tender berkepanjangan. Selain itu, bagi operator akan memberikan jaminan kepastian usaha, sehingga perusahaan angkutan laut yang menyelenggarakan pelayaran perintis diharapkan dapat melakukan peremajaan kapal," bebernya.

Bobby menjelaskan, berdasarkan data tahun anggaran 2005, terdapat 86 trayek dilayani 86 unit kapal. Beroprasi di wilayah Timur sebanyak 70 kapal (81,33 persen) dan 16 kapal atau 19,77 persen melayani kawasan barat Indonesia.

Dari jumlah kapal yang beroprasi, sebanyak 52 unit kapal milik negara dan 34 unit kapal milik swasta masih menggunakan kapal barang dengan type coaster yang diberikan dispensasi mengangkut penumpang. Semua trayek ditangani oleh operator swasta. Pelabuhan pangkal sebanyak 35 dan menyinggahi 503 pelabuhan dengan ruas trayek 1.753.

"Saat ini anggaran pemerintah dalam penyelenggaraan pelayaran perintis diakui masih terbatas, yakni hanya Rp586,4 milyar. Meski begitu, diingatkan kepada petugas di lapangan, jangan abaikan aspek keselamatan. Terutama kepada petugas syahbandar harus mengecek. Kondisi kapal baik berkaitan dengan muatan maupun kelengkapan keselamatan sebelum memberikan surat persetujuan berlayar," cetus Bobby.

"Pemerintah secara bertahap terus mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan. Yaitu dengan membangun kapal sejak tahun anggaran 2002/2003 hingga kini (2015) sudah 54 kapal yang beroprasi yang dibangun pemerintah. Bahkan tahun 2015 sebanyak 10 unit kapal. Dalam proses pembangunan," tandasnya.

(AZF)

Novanto Mengaku Ikhlas Diganti

Novanto Mengaku Ikhlas Diganti

28 minutes Ago

Idrus menuturkan, dalam perbincangan dengannya beberapa hari lalu, Novanto mengaku ikhlas dan t…

BERITA LAINNYA