Jokowi Perlu Indikator Penilai Menteri Jika Ingin Reshuffle Kabinet

Intan fauzi    •    Sabtu, 20 Jun 2015 08:08 WIB
reshuffle kabinet
Jokowi Perlu Indikator Penilai Menteri Jika Ingin Reshuffle Kabinet
Kabinet Jokowi-JK-- Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintahan Jokowi kembali menghembuskan aroma reshuffle kepada para menterinya. Namun Presiden Jokowi membutuhkan banyak indikator untuk menentukan menteri mana yang akan diganti dan siapa penggantinya.

Jika ingin melakukan reshuffle kabinet, Presiden Jokowi tak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Jokowi harus memilih orang yang tepat di tempat yang tepat.

"Kalau pun terjadi reshuffle, kemudian pertama presiden harus memilih orang yang tepat, memiliki kemampuan, profesionalisme, dan the right man on the right place. Boleh memilih orang partai tapi bicara kepada ketua umum partai. Kalau salah pilih nanti enam bulan lagi problemnya sama lagi," kata Politisi Partai Nasdem, Zulfan Lindan, dalam Bincang Pagi Metro TV, Sabtu (20/6/2015).

Namun, ada beberapa hal yang dirasa harus diperbaiki oleh pemerintahan Jokowi sebelum melakukan reshuffle. Akan lebih baik jika ada tim yang menilai rapor para menteri.

"Dalam delapan bulan ini harus ada tim serius menilai rapor menteri. Harusnya punya konsep, misal enam bulan apa kamu kerjakan ini, apa saja yang sudah dikerjakan? Sekarang kan tidak ada, bagaimana mengukurnya?" tegas Zulfan.

Presiden Jokowi, lanjut Zulfan, tak dapat menjadikan penilaian publik saja sebagai indikator untuk mecopot menteri dari jabatannya. "Penilaian-penilaian publik boleh jadi catatan tapi tidak menjadi prinsip untuk memutuskan," pungkasnya


(AZF)