Kepala Daerah Incumbent Mundur untuk Usung Keluarga, Ganjar: Itu Penyelundupan Hukum

Deo Dwi Fajar Hari    •    Sabtu, 20 Jun 2015 08:14 WIB
pilkada serentak
Kepala Daerah <i>Incumbent</i> Mundur untuk Usung Keluarga, Ganjar: Itu Penyelundupan Hukum
Foto: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/MTVN_Deo Dwi Fajar Hari

Metrotvnews.com, Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai pengunduran diri kepala daerah guna memberi kesempatan kepada keluarga untuk maju dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) merupakan penyelundupan hukum. Hal ini menyusul peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memberi celah untuk keluarga kepala daerah incumbent maju dalam Pilkada.

"Menurut saya tidak bisa. Substansinya tidak boleh. Wong itu tidak incumbent hanya beberapa hari setelah mengundurkan diri. Itu istilah saya penyelundupan hukum, akal-akalan saja," kata Ganjar Pranowo di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/6/2015).

Ganjar menyampaikan hal itu menyikapi rencana pengunduran diri Wali Kota Pekalongan, Basyir Ahmad. Ganjar mengaku sudah menyampaikan penilaiannya itu kepada Basyir saat menemuinya di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

"Tapi etika beliau (Basyir) luar biasa. Beliau menemui saya di Yogyakarta untuk konsultasi. Bagus itu, saya menghormati Pak Basyir. Namun ketika ditanya terkait rencana pengunduran dirinya dengan alasan itu, saya tidak bisa," tegas politisi PDIP itu.

Ganjar mengaku tidak bisa menerima alasan Basyir mengundurkan diri hanya untuk mengajukan keluarganya yang akan maju dalam Pilkada serentak, Desember mendatang.

"Alasan keluarga incumbent tidak boleh maju adalah menghindari konflik kepentingan. Itu yang digembar-gemborkan sebagai politik dinasti. Saya dulu ikut membahas Undang-undangnya meski tidak sampai selesai," kata mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, itu.


(TTD)

Peran Novanto di Golkar Diambil Alih Sekjen

Peran Novanto di Golkar Diambil Alih Sekjen

8 minutes Ago

Partai Golkar tetap berjalan baik meski Ketua Umum Setya Novanto menjadi tersangka kasus korups…

BERITA LAINNYA