Menteri Australia Tahu Informasi Penyuapan Penyelundup Manusia

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 20 Jun 2015 08:59 WIB
imigran gelap
Menteri Australia Tahu Informasi Penyuapan Penyelundup Manusia
Imigran gelap mencari tempat baru (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Canberra: Menteri Sosial Australia Scott Morrison mengakui tahu kebenaran tentang tindakan petugas Bea Cukai Australia melakukan penyuapan terhadap ABK asal Indonesia untuk memulangkan 65 imigran gelap kembali ke Indonesia. Namun Morrison tidak ingin mengungkapkan informasinya.

Scott Morrison yang sebelumnya menjabat Menteri Imigrasi yang membawahi Bea Cukai mengatakan tahu apa yang dilakukan aparat Australia di lapangan, terkait dengan tuduhan penyuapan tersebut.

"Saya tahu apa yang kami lakukan, dan saya tahu apa yang sebenarnya terjadi dan saya tahu bahwa semuanya dalam koridor hukum," kata Morrison yang kini menjabat menteri sosial, seperti dikutip dari ABC Australia Plus, Sabtu (20/6/2015).

Apa yang terjadi di lapangan menurut Menteri Morrison tidak melanggar hukum, "Baik menurut hukum Australia maupun hukum internasional".

Sebelumnya Polda Nusa Tenggara Timur mengungkap rincian dan kronologi dugaan tindakan penyuapan yang dilakukan petugas Bea Cukai Australia.

Tuduhan penyuapan itu disampaikan oleh nakhoda asal Indonesia yang perahunya dicegat oleh patroli Australia.

Menurut sang nakhoda, ia diberi uang sebesar USD6.000 serta lima ABK diberi masing-masing USD5.000. Tujuannya, agar mereka membawa kembali 65 orang imigran gelap asal Sri Lanka, Bangladesh dan Myanmar ke perairan Indonesia dan tidak melanjutkan perjalanan ke Selandia Baru sebagaimana yang mereka rencanakan.

Menurut penuturan sang nakhoda, perahu mereka dicegat dan disita oleh petugas Australia, namun mereka kemudian diberi dua buah perahu berbeda untuk dipergunakan kembali ke Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah meminta penjelasan resmi kepada Australia mengenai tuduhan penyuapan tersebut. Namun hingga kini belum ada jawaban jelas yang diberikan oleh Australia.

Namun, Menteri Morrison menanggapi keberatan Indonesia dengan menyatakan, ini bukan pertama kalinya kedua negara mengalami ketidaksepakatan mengenai perlindungan perbatasan.

Dia juga tidak bersedia memberikan penilaian apakah tindakan aparat Australia di lapangan melanggar nilai moral atau tidak.

"Saya bukan filsuf, saya seorang menteri. Bukan tugas saya untuk menjadi teolog. Tugas saya adalah menghentikan kedatangan perahu-perahu tersebut dan hal itulah yang kami lakukan," tegasnya.


(FJR)