Sisi Positif Jika Impor Beras Dibuka

Hardiat Dani Satria    •    Sabtu, 20 Jun 2015 13:28 WIB
beras
Sisi Positif Jika Impor Beras Dibuka
Ilustrasi beras -- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berencana membuka keran impor beras jika kondisi ketersediaan di dalam negeri kurang.

Menurut Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf, impor beras berguna untuk menutupi kekurangan stok dan mengendalikan lonjakan harga.

"Kalau sekarang, saya lihat Pak Jokowi sudah mengumumkan kebijakan baru bahwa impor beras itu akan dilakukan kalau memang stok dalam negeri kurang," kata Syarkawi dalam saat berdiskusi di Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/6/2015).

Artinya. lanjut Syarkawi, ini membuka peluang bagi pemerintah untuk menutupi kekurangan stok beras apabila tiba-tiba terjadi lonjakan permintaan, terutama jika gagal panen dan lain-lain.

Syarkawi menjelaskan, dampak impor beras akan membuat harga beras di dalam negeri menjadi turun. Selain itu, langkah ini dinilai dapat mengantisipasi perilaku para penimbun beras yang mampu mengendalikan harga di pasar.

"Orang akan takut menimbun, karena penimbun ini tahu bahwa kalau harga naik pemerintah bisa impor," imbuh Syarkawi.

Syarkawi bercerita, sebelumnya pada Februari dan Maret, pemerintah masih ngotot tidak mau impor beras. Kondisi ini justru akan membuat para penimbun semangat untuk melancarkan aksinya. Karena para penimbun dapat membaca keadaan, bahwa pemerintah dipastikan tidak akan sanggup menutupi kebutuhan beras.

"Ini sinyal bagi pelaku pasar bahwa pemerintah enggak akan sanggup untuk menutupi kekurangan stok beras," pungkas Syarkawi.


(AHL)