Jepang Beri Bantuan Rp46,6 M untuk Bantu Pengungsi Rohingya

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 20 Jun 2015 14:45 WIB
rohingya
Jepang Beri Bantuan Rp46,6 M untuk Bantu Pengungsi Rohingya
Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Tokyo: Pemerintah Jepang memberikan bantuan sebesar USD3,5 juta atau sekitar RP46,6 miliar (Rp13.317 per USD) untuk membantu pengungsi Rohingya.

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida mengatakan, Negeri Matahari Terbit tetap berkomitmen untuk membantu proses rekonsiliasi nasional di Asia. Ini termasuk antara Pemerintah Myanmar dan kelompok etnis minoritas.

"Berkaitan dengan para pengungsi, termasuk perempuan dan anak-anak yang mencoba menyeberangi Samudera Hindia, Jepang memutuskan untuk memberikan bantuan USD3,5 juta," ujar Kishida, seperti dikutip AFP, Sabtu (20/6/2015).

"Bantuan itu akan diserahkan ke lembaga seperti UN High Commissioner for Refugees (UNHCR)," lanjutnya.

Menurut Kishida, uang itu akan ditujukan untuk menyediakan makanan dan tempat penampungan para pengungsi. Bantuan juga akan digunakan untuk membiayai analisis data dari pergerakan para pengungsi ini.

Kesiapan untuk memberikan bantuan bagi pengungsi Rohingya juga ditunjukkan oleh Qatar. Di sela-sela rangkaian kunjungan ke Negara Teluk dan Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyambangi Qatar, negara itu beri komitmen keuangan bantu upaya Indonesia untuk mengatasi pengungsi atau pencari suaka.

Menlu Retno pun melakukan kunjungan kehormatan ke Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad bin Khalifa Al Thani, di Doha pada Kamis 28 Mei 2015.
 
Pada kunjungan tersebut, secara khusus Menlu RI menyampaikan perkembangan masalah irregular migrants dan people trafficking yang sedang terjadi di Asia tenggara, khususnya langkah Indonesia untuk memberikan bantuan kemanusian bagi para irregular migrants dan korban people trafficking. Menanggapi hal ini, Emir Qatar berikan komitmen bantuan sebesar USD50 juta untuk pembuatan tempat penampungan di Indonesia.

Hingga saat ini ada lebih dari 3.500 pengungsi Rohingya yang ditampung di Indonesia, Malaysia dan Thailand. Mereka umumnya pergi menyelamatkan diri dari diskriminasi yang diterima di Myanmar.

Etnis Rohingya menjadi korban diskriminasi oleh rakyat dan Pemerintah Myanmar sejak lama. Kewarganegaraan mereka tidak pernah diakui Pemerintah Myanmar.
 


(FJR)