Tiba di Kantor KPK, Empat Tersangka Suap Tutupi Wajah

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 20 Jun 2015 17:08 WIB
ott
Tiba di Kantor KPK, Empat Tersangka Suap Tutupi Wajah
Tersangka kasus suap di Musi Banyuasin di Kantor KPK, Sabtu 20 Juni 2015. Foto: MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat tersangka dugaan suap di Musi Bayuasin tiba di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka bungkam dan sibuk menutupi wajahnya dengan tangan.

Mereka tiba sekira pukul 16.20 WIB dengan menumpangi dua mobil tahanan KPK. Begitu turun dari mobil, mereka dengan sigap menutupi wajahnya dengan tangan dan langsung masuk ke lobi Gedung KPK.

Bersama keempatnya, penyidik juga membawa tas merah berisi barang bukti suap Rp2,5 miliar. "Ini akan dilakukan penahanan di rutan," kata Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Johan Budi, Sabtu (20/6/2015).

Johan menegaskan, sampai saat ini baru ada empat tersangka dalam kasus tersebut. Mereka adalah anggota DPRD Musi Banyuasin (Muba) asal PDIP Bambang Karyanto, anggota DPRD asal Gerinda Adam Munandar, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Muba Syamsudin Fei dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muba Fasyar.

Bambang dan Adam dikenaikan Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Sementara, Syamsudindan Fasyar dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf b, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Johan menerangkan, para tersangka ditangkap pada pukul 20.40 WIB di rumah Bambang di Jalan Sanjaya, Alang-alang, Palembang. Saat itu, para tersangka sedang menggelar pertemuan dan ditemani sopir dan sekuriti.

Dalam pertemuan itu, ditemukan uang tunai sekitar Rp2,567 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas merah marun.

"Dugaan sementara, pemberian uang dari kepala dinas Muba ke DPRD berkaitan perubahan APBD 2015 Kabupaten Muba," jelas Johan.


(TRK)