Kegiatan Bongkar Muat Pelindo II Diklaim Sesuai Standar Internasional

Hardiat Dani Satria    •    Sabtu, 20 Jun 2015 20:02 WIB
dwelling time
Kegiatan Bongkar Muat Pelindo II Diklaim Sesuai Standar Internasional
Ilustrasi. Antara/Dhoni Setiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mengklaim telah melaksanakan kegiatan bongkar muat sesuai dengan standar internasional. IPC juga telah melaksanakan kegiatan bongkar muat di pelabuhan melalui tiga tahapan, yaitu Pre Clearance, Custom Clearance, dan Post Clearance.

"Pada proses bongkar muat, IPC memiliki kewajiban melakukan bongkar muat dari kapal ke dermaga dan dari dermaga ke lapangan penumpukan (yard). Kegiatan bongkar muat ini produktivitasnya dapat diukur dan sesuai dengan standar internasional," kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC Saptono R Irianto dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (20/6/2015).

Tidak hanya itu, lanjut Saptono, IPC juga memiliki kesiapan dalam memberikan pelayanan 24/7 di pelabuhan Tanjung Priok dengan fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan bongkar muat. Menurut Saptono, IPC akan terus melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kualitas pelayanan bongkar kuat tersebut.

"Salah satunya, dalam waktu dekat akan melakukan soft launching NewPriok Port Container Terminal 1 yang merupakan terminal kontainer kelas dunia bekerja sama dengan pengelola pelabuhan kelas dunia," imbuh Saptono.

Dia menjelaskan, terkait masalah lamanya waktu dwelling time di Tanjung Priok, sedikitnya ada enam instansi pemerintahan terkait yang ikut bertanggung  jawab. Sebab, masalah dwelling time membutuhkan proses lintas sektoral di pemerintahan, selain di luar IPC. Sehingga yang diperlukan adalah koordinasi antar lembaga atau instansi yang terkait dengan kegiatan ekspor atau impor barang serta pelayanan di pelabuhan,” ujar Saptono.

Pada kesempatan yang sama, Saptono menegaskan bahwa IPC tidak hanya berfokus pada Pelabuhan Tanjung  Priok, namun juga pelabuhan lainnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan yang terlama di antara pelabuhan di negara kawasan ASEAN. Padahal, Pelabuhan Tanjung Priok sudah cukup baik.

Jokowi menduga ada ketidakberesan dalam pelayanan oleh aparat instansi di pelabuhan yang menyangkut 18 kementerian dan lembaga. Jokowi berkomitmen untuk membereskan hambatan tersebut dengan caranya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, Jokowi mengancam akan mencopot jabatan dari mulai dirjen hingga menteri kalau terbukti menghambat proses dwelling time.


(AHL)