Cegah Bom Bunuh Diri, Chad Larang Penggunaan Burqa

Willy Haryono    •    Minggu, 21 Jun 2015 10:38 WIB
boko haram
Cegah Bom Bunuh Diri, Chad Larang Penggunaan <i>Burqa</i>
Pengungsi wanita yang mengenakan burqa menanti bantuan PBB di Kabul, Afghanistan, 13 Januari 2015. AFP / SHAH MARAI

Metrotvnews.com, N'Djamena: Pemerintah Chad, sebuah negara kecil di Afrika Tengah, melarang seluruh warganya untuk mengenakan burqa atau cadar yang menutupi seluruh area tubuh termasuk wajah. 

"Mengenakan burqa harus segera diakhiri mulai hari ini," tutur Perdana Menteri Chad Kalzeube Pahimi Deubet pada sejumlah petinggi agama, seperti dilansir AFP, Minggu (21/6/2015). 

Larangan memakai cadar diterapkan setelah terjadinya dua bom bunuh diri yang menewaskan 33 orang dan melukai 100 lainnya di N'Djamena, ibu kota Chad. 

Tidak ada satu pihak pun yang mengklaim serangan itu. Namun otoritas Chad menuding serangan dilakukan grup ekstremis Boko Haram, yang telah melakukan bom bunuh diri di Nigeria sejak enam tahun terakhir. 

Dalam sejumlah serangan bunuh diri, Boko Haram kerap menggunakan wanita yang menyembunyikan bahan peledak di balik cadarnya. 

Deubet juga melarang penggunaan niqab, cadar yang menutupi seluruh tubuh wanita kecuali area mata. Tidak diketahui apakah Chad juga melarang penggunaan hijab atau kerudung. 

Otoritas Chad menegaskan larangan ini bertujuan meminimalisasi terjadinya bom bunuh diri di masa mendatang. 



(WIL)