Stabilkan Harga, Mentan Gelontorkan Bawang Merah Bima

Angga Bratadharma    •    Minggu, 21 Jun 2015 15:27 WIB
kementan ads
Stabilkan Harga, Mentan Gelontorkan Bawang Merah Bima
Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja (kedua dari kanan) (Foto: dokumentasi Kementan)

Metrotvnews.com, Bima: Untuk lebih memastikan pasokan bawang merah aman dan tidak diperlukan impor, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk mengikuti panen raya bawang merah. Diharapkan, dengan tambahan gelontoran bawang merah dari Bima nantinya harga bisa stabil.

Di Desa Jia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Mentan Amran mendapati harga bawang merah hanya sekitar Rp8.000 per kilogram (kg) di tingkat petani. "Harga bawang dari sini hanya Rp8.000 per kg. Benih akan kami beri gratis 100 hektare. Kami ada refokusing anggaran untuk bawang merah 1.000 hektare," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, yang diterima di Jakarta, Minggu (21/6/2015).

Mentan Amran mengatakan, lahan yang siap dipanen di wilayah ini seluas 105 hektare dengan produktivitas mencapai 14 ton per hektare. Sementara komoditas yang dipanen hari ini adalah bawang varietas supercross.

Panen bawang merah yang ada di Bima menghasilkan sebanyak 40 ribu ton. Sedangkan panen di Brebes menghasilkan produksi bawang merah sebesar 50 ribu ton, sehingga total produksi dua sentra produksi tersebut mencapai sebesar 90 ribu ton.

"Artinya, Brebes dan Bima sudah memenuhi kebutuhan (bawang merah) nasional bulan ini sudah cukup. Itu belum termasuk Banyuwangi, Enrekang, Janeponto, Minahasa, Probolinggo. Dua sentra ini saja sudah cukup," ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menjelaskan, produksi hasil panen di Bima akan langsung dibeli oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk segera disebarkan ke daerah-daerah yang menunjukkan harga bawang merah tinggi seperti Jakarta, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

"Ini langsung kami beli, harganya dari petani hanya Rp6.000 per kilogram. Kemudian kami beli ini semua dengan harga Rp8.000 per kilogram untuk dikirim ke Jakarta, Sulawesi Selatan, Lampung dan Jawa Timur. Saya yakin dengan tambahan gelontoran bawang merah dari Bima ini harga bisa stabil," ujar Mentan Amran.

Amran mengakui, sebelumnya Indonesia masih melakukan impor untuk tujuh komoditas yaitu beras, jagung, kedelai, gula, cabai merah, bawang merah, dan gula. "Panen di sini kualitasnya bagus. Kita tanam 2.000 hektare saja selesai ini masalah bawang merah, tidak impar-impor saja," ujar Mentan.

Mentan Amran mengakui, rantai pasok bawang merah yang sebelumnya mencapai tujuh rantai, akan dipangkas jadi tiga atau empat dengan mensinergikan Kementan, Bulog dan Kementerian Perdagangan.

"Dari petani harganya Rp6.000-Rp7.000 per kilogram, seenaknya saja dijual di Jakarta Rp30 ribu-Rp40 ribu per kilogram. Ini yang harus kita pangkas rantai pasoknya," tegas Mentan Amran.

Dalam kunker ini, Mentan Amran turun ke sawah didampingi Dirjen Hortikultura Spudnik Sujono Kamino, Direktur Pengadaan Bulog Wahyu Suparyono, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bima Mokhlis, Bupati Bima Syafrudin HM Nur, Kepala Bakorluh Provinsi NTB Husnanidianty Nurdin, Kepala Badan Ketahanan PanganProvinsi NTB Hartinah Bada dan Kepala Bulog Divre NTB Muhammad Sugit Tedjo Mulyono.


(ABD)