Kebijakan Manchester United Membeli Pemain Bintang Dipertanyakan

Hilman Haris    •    Minggu, 21 Jun 2015 16:01 WIB
bursa transfer pemain
Kebijakan Manchester United Membeli Pemain Bintang Dipertanyakan
Radamel Falcao tampil kurang impresif bersama MU pada musim 2014--2015 (AFP)

Metrotvnews.com, Manchester: Membeli banyak pemain bintang dengan harga mahal menjadi kebiasaan Manchester United dalam dua musim terakhir. Kebijakan ini akhirnya dikritik oleh pelatih Southampton, Ronald Koeman. 

Pada musim 2013--2014, Mu mengeluarkan 27,5 juta poundsterling(Rp581 miliar) untuk Marouane Fellaini dan 37,1 juta poundsterling (Rp784 miliar) untuk membeli Juan Mata. Setahun berselang, tepatnya musim 2014--2015, Red Devils dengan royal mengeluarkan 59,7 juta poundsterling (Rp1 triliun) untuk mendatangkan Angel Di Maria, 29 juta poundsterling untuk Ander Herrera, 30 juta poundsterling untuk Luke Shaw, hingga 16 juta poundsterling untuk Marcos Rojo.

MU kembali belanja besar pada bursa transfer musim panas 2015. Pada saat klub-klub lain masih mencari pemain idaman, MU sudah mengeluarkan kocek 24 juta poundsterling untuk menggaet Memphis Depay dari PSV Eindhoven.

Transfer Depay akhirnya membuat Koeman buka suara. "Saya pikir, mereka terlalu banyak mengeluarkan uang. Tapi, karena ini adalah United, dan mereka sudah menghabiskan 200 juta pounds untuk pemain-pemain seperti Angel Di Maria, mengeluarkan uang sebanyak itu harus dilihat dari perspektif tertentu."

"Jika Anda mengeluarkan banyak uang untuk Di Maria yang jarang bermain, atau membayar mahal untuk meminjam dan menggaji Radamel Falcao yang tidak pernah bermain, maka 24 juta pounds adalah jumlah yang kecil buat MU," sindir Koeman.

Uniknya, para pemain-pemain bintang yang dibeli MU dengan harga mahal gagal tampil bersinar. Musim lalu, Falcao hanya mencetak empat gol untuk MU. Sedangkan Di Maria hanya menghasilkan tiga gol dan 10 assist.  Jumlah assist Di Maria bahkan kalah dari catatan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas yang menorehkan 18 assist sepanjang musim. (Mirror)


(HIL)