45 Ribu Anggota Hipmi Diminta Jaga Stabilitas Harga

Angga Bratadharma    •    Minggu, 21 Jun 2015 16:22 WIB
hipmi
45 Ribu Anggota Hipmi Diminta Jaga Stabilitas Harga
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Hipmi Bahlil Lahdalia (Foto: dokumentasi Hipmi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahdalia meminta anggotanya menjaga stabilitas harga pangan selama bulan suci Ramadan 2015. 

Bahlil mengatakan, sebagian besar anggotanya bergerak di bidang distribusi, ritel, dan perdagangan. Sebab itu, Bahlil meminta semua pengusaha Hipmi berpartisipasi menjaga stabilitas harga selama Ramadan.

"Kami sudah minta agar semua anggota Hipmi menjaga stabilitas harga. Bila pun terjadi kenaikan, semestinya masih pada taraf harga yang wajar," ungkap Bahlil, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (21/6/2015). 

Bahlil menambahkan, pihaknya tidak akan mentolerir bila ada anggotanya yang ketahuan melakukan penimbunan dan mengakibatkan harga barang ikut melonjak. "Tidak akan kami tolerir, ada sanksinya," ungkap Bahlil.

Bahlil mengatakan, stabilitas harga pangan dan barang selama Ramadan sangat tergantung kapasitas produksi dan distribusi. "Untuk anggota kami yang berbisnis di produksi, kami harap segera meningkatkan kapasitas produksi. Memang hambatannya di bulan puasa, tapi ini tidak bisa jadi alasan produksi kita menurun. Justru harus ditingkatkan, termasuk pasokan bahan bakunya," ucap Bahlil.

Sedangkan pada tingkat distribusi, Hipmi meminta anggotanya memperkuat armada pengangkutan, baik laut, udara, maupun darat. "Kapasitasnya harusnya naik sampai 20 persen dari biasanya," tutur Bahlil. 

Lebih lanjut Bahlil mengatakan, kenaikan harga menjelang dan saat Ramadan telah menjadi tradisi. Kenaikannya mencapai 30 persen.  Namun, kenaikan tersebut sebenarnya dapat ditekan bila pemerintah dapat melakukan monitoring, mengurangi hambatan distribusi, memperpendek rantai pasokan, dan memperbaiki jalur distribusi jauh hari sebelum Ramadan. 

"Sehingga inflasi selama Ramadan dan Idul Fitri ini masih terkendali," pungkas Bahlil.

Saat ini, Hipmi mempunyai anggota sekitar 45.000 pengusaha yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sebagian bergerak dalam usaha perdagangan, konstruksi, usaha kecil dan menengah, pariwisata, keuangan, industri kreatif hingga korporasi.



(ABD)