2 Orang Diamankan Terkait Penembakan di Mesuji

Ahmad Novriwan    •    Minggu, 21 Jun 2015 23:45 WIB
penembakan
2 Orang Diamankan Terkait Penembakan di Mesuji
Sejumlah aparat kepolisian tengah membubarkan aksi warga yang melakukan pemblokiran jalan di Mesuji Lampung, Rabu (4/9/2013). Foto: Antara/Deddy

Metrotvnews.com, Lampung: Polres Mesuji mengamankan dua orang yang diduga pelaku penembakan terhadap warga Register 45, Dusun Rukun, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji, Lampung.

Kapolres Mesuji, AKBP Trisna, menegaskan akan memproses secara hukum insiden bentrok yang dipicu perebutan lahan itu.

"Sudah diamankan dua orang atas nama Dandi, 21 tahun, dan Budi, 35, warga Sungai Ceper. Pascabentrok, kita langsung menyisir kawasan Register 45 dan mengamankan dua pelaku penyerangan itu," beber Kapolres, di lokasi, Minggu (21/6/2015).

Dua pelaku itu merupakan bagian dari kelompok Sungai Ceper, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Bupati Mesuji Khamamik meminta masyarakat yang mendiami tanah Register 45 untuk saling menjaga keamanan di Kabupaten Mesuji.

"Saya harap mereka menjaga nama baik Kabupaten Mesuji. Jangan rusak nama Kabupaten Mesuji dengan cara seperti ini," kata Khamami saat dihubungi.

Seperti diketahui, Mesuji kembali mencekam saat Santo, 35 tahun, warga Register 45 tewas tertembak oleh sekelompok preman pada pukul 21.00 WIB, Sabtu, 20 Juni. 

Preman yang diduga berasal dari kelompok Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Ogan Komering Ilir, itu hendak menguasai lahan seluas 200 hektare yang digarap warga Register 45.

Selain Santo, preman yang berjumlah tujuh orang dan mengendarai empat sepeda motor itu juga membuat Sarwo, 52, terluka. Sarwo tertembak di bagian leher belakang dan tembus ke depan. Kedua korban ditembak di depan rumah warga di Dusun Rukun, Kecamatan Mesuji Timur, Mesuji.

Peristiwa penyerangan ini dipicu sengketa lahan antardua kelompok perambah. Sejak dua hari lalu, salah satu kelompok tidak terima ada lahan yang diklaim miliki mereka, diduduki warga lain.

Akibat kejadian ini, sebagian warga Register 45 mengungsi di kampung sebelah. Rumah mereka terlihat dalam kondisi kosong.  Isu yang beredar, massa akan kembali menyerang warga Register 45 dalam waktu dekat.


(UWA)