Puasa Hari ke-5, Harga Daging Ayam di Kendal Naik Rp10 ribu per Kg

Iswahyudi    •    Senin, 22 Jun 2015 11:15 WIB
ramadan 2015
Puasa Hari ke-5, Harga Daging Ayam di Kendal Naik Rp10 ribu per Kg
Sri Atun, pedagang daging ayam di Sukorejo, Kendal, melayani pembeli, Metrotvnews.com/ Iswahyudi

Metrotvnews.com. Kendal: Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tardisional di Kendal, Jawa Tengah, terus melambung meski Ramadan belu genap sepekan. Pedagang pun juga mengaku sulti mendapatkan pasokan.

Sri Atun, 42, pedagang di Pasar Sukorejo, mengaku resah dengan harga ayam yang terus naik. Sementara pasokan sulit didapat padahal permintaan meningkat.

Sebelum puasa, harga daging ayam hanya Rp28 ribu per Kg. Pada hari kelima puasa, Senin 22 Juni, harga daging ayam mencapai Rp38 ribu per Kg.

"Saya khawatir sampai mendekati Lebaran nanti harga masih terus semakin melambung. Mengingat kondisi stok daging ayam potong sulit didapatkan, lantaran para penyuplai daging ayam potong sekarang justru dibatasi," ungkap Sri Atun.

Hal senada dikatakan Yanti, 39, penjual daging ayam di pasar tersebut. Ia mengaku kebutuhan konsumen pada daging ayam masih tinggi. Tapi stok daging tak memenuhi permintaan.

"Memasuki bulan puasa sudah berjalan seperti ini, para pembeli daging ayam potong masih banyak, Mas," ungkap Yanti sambil melayani pembeli.

Di lain tempat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kendal,  Sukron Samaul Hadi, mengakui kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk ayam. Ia menilai kenaikan harga karena pedagang memanfaatkan momen Ramadan. Selain itu, rantai penjualannya pun terlalu panjang.

"Ayam dari peternak dibeli pedagang besar, lalu dibeli oleh pedagang menengah, kemudian dibeli oleh pengecer. Setiap level pedagang mengambil margin sehingga harga daging ayam cenderung tinggi," jelasnya.

Selain itu, kata dia, harga daging ayam tinggi akibat sistem pembayaran yang bersifat kekeluargaan. Pedagang bisa membeli ayam dengan cara kredit sehingga akan memunculkan bunga yang membuat beban harga daging ayam bertambah.

"Harga daging ayam berakumulasi disebabkan banyak hal. Salah satunya pembayaran yang tidak cash," terangnya.
 


(RRN)