Survei KPI: Kick Andy, Mata Najwa, dan Mario Teguh Program Berkualitas

Anindya Legia Putri    •    Senin, 22 Jun 2015 15:38 WIB
kpi
Survei KPI: Kick Andy, Mata Najwa, dan Mario Teguh Program Berkualitas
Najwa Shihab, presenter program acara Mata Najwa (Foto:MI/Immanuel Antonius)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) merilis 10 program acara televisi yang dianggap berkualitas.

Acara tersebut dari nomor urut satu hingga 10, yaitu Kick Andy, Mata Najwa, Indonesia Lawyers Club, My Trip My Adventure, On the Spot, Hitam Putih, Laptop Si Unyil, Mario Teguh, Liputan 6, dan Ini Talkshow.

Menurut Ketua KPI Pusat, Judhariksawan, hasil tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan terhadap responden.

"Responden  diminta menilai acara yang berkualitas dari program yang pernah ditonton dalam sebulan terakhir," ucap Judhariksawan saat ditemui di Kantor KPI Pusat Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2015).

Dalam Survei Indeks Kualitas Program Televisi yang dilakukan KPI bersama sembilan perguruan tinggi negeri di sembilan kota besar di Indonesia, terdapat tiga program yang diuji kualitasnya, yaitu berita, variety show, dan sinetron.

Hasil survei tersebut menyatakan bahwa program tayangan variety show dan sinetron yang disiarkan selama ini memerlukan pembenahan yang maksimal karena dinilai berkualitas rendah.

Sementara, program berita memiliki indeks kualitas yang lebih tinggi daripada variety show dan sinetron. Namun, masih tetap di bawah standar kualitas yang ditetapkan KPI.

Dalam pelaksanaannya, KPI bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) dan sembilan perguruan tinggi di Indonesia, yakni Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Sumatera Utara Medan, Universitas Islam Negeri Ambon, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan Universitas Udayana Bali.

Metode penelitian tersebut menggunakan peer review  assessment. Disebutkan, survei tersebut bukan sebuah survei khayalak pemirsa televisi. Responden dari survei ini adalah para pemirsa yang dipandang mengetahui mengenai program siaran televisi dan bisa menilai program televisi.

"Penelitian ini terfokus pada kualitas program televisi yang disajikan," jelas Judhariksawan.

Tidak semua program televisi yang dinilai. Hanya diambil sampel program siaran. Agar hasil penilaian para ahli valid, para ahli terlebih dahulu menonton program acara sebelum melakukan penelitian. Penelitian ini dirancang secara panel (longitudinal) menyertakan responden yang sama dari waktu ke waktu.

Sampel dari penelitian ini adalah program siaran televisi yang ditayangkan di 15 stasiun televisi nasional, meliputi Antv, Global, Indonesia, MetroTV, MNCTV, RCTI, SCTV, TransTV, Trans7, TVOne, TVRI, RTV, Sindo TV, Kompas Tv dan Net pada rentang pukul 05.00-24.00 selama dua bulan (Maret-April 2015).

Penelitian ini melibatkan 90 ahli di sembilan kota di Indonesia, sehingga total ada 810 orang ahli. Rasio responden adalah laki-laki dan perempuan 50 persen : 50 persen, yang meliputi aktivis/LSM, mahasiswa, tokoh agama, tokoh muda, tokoh adat, tokoh masyarakat, birokrat, wartawan, karyawan swatsta, TNI/Polri, dan wakil rakyat.


(ROS)