Demokrat masih Godok Persiapan KLB

- 17 Maret 2013 17:34 wib
Ilustrasi---MI/Tiyok/ip
Ilustrasi---MI/Tiyok/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Demokrat akan segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mencari Ketua Umum Demokrat yang baru. Rencananya, KLB akan dilaksanakan pada 30-31 Maret 2013 di INA Bali Beach Hotel, Sanur, Bali.

Sehubungan dengan bagaimana persiapannya, Minggu, (17/3), Majelis Tinggi PD dikumpulkan di Cikeas untuk membahas persiapan KLB.

Adapun Majelis Tinggi Partai Demokrat terdiri dari SBY, T.B. Silalahi, Toto Riyanto, Marzuki Alie, Jero Wacik, Edhie Baskoro (Ibas), Johnny Allen Marbun dan Max Sopacua. Hal ini dikatakan oleh anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarif Hasan ketika dihubungi.

"Ya, ada sih rencananya hari ini majelis tinggi mau dikumpulkan untuk membahas persiapan KLB," ujar Syarif, Minggu (17/3).

Lebih lanjut kata Syarif, pemilihan Ketua Umum PD yang baru bisa berjalan aklamasi. Menurutnya, dengan aklamasi lebih memperlihatkan bahwa PD lebih solid dan tanpa perbedaan.

"Apakah aklamasi atau voting itu bagian demokrasi. Pemilihan Golkar aklamasi, Nasdem aklamasi. Kita lihat saja nanti. Kita mau yang terbaik, kodusif yang memperlihatkan kita solid, tidak ada perbedaan, kita utamanakan itu," tandasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika seorang Ketua Umum fokus betul, elektabilitas Partai Demokrat bisa mencapai 15 persen. Selain itu, dia pun membantah bahwa Ketua Dewan Pembina sekaligus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membatasi sejumlah nama yang maju sebagai calon ketua umum.

Syarif mempersilakan siapapun yang berkompeten dan memenuhi syarat untuk maju menjadi calon ketum baru.

"Tidak juga. Saat ini yang penting semua kader Demokrat dari DPC, DPD, 33 provinsi dan 497 DPC sudah menyatakan integritas loyal kepada keputusan Majelis Tinggi," pungkasnya.

Berbeda dengan Syarif, anggota Majelis Tinggi PD lainnya, Marzuki Alie justru tidak tahu hari ini ada pertemuan di Cikeas terkait KLB.

"Belum tahu," jawab Marzuki singkat.

Senada dengan Marzuki, anggota Majelis Tinggi, Johnny Allen Marbun juga mengaku belum mendapat kabar akan rencana pertemuan tersebut.

"Wah, saya belum diberitahu. Tetapi memang hal ini sedang kita proses, menjelang akhir bulan sudah KLB," ujarnya.

Lebih lanjut Johnny menegaskan, sesuai AD/ART Partai Demokrat, Ketua Umum yang baru nantinya akan menjabat hingga sisa waktu Ketum yang lama yakni hingga 2015 saja. Pasalnya, ada wewenang lain seperti harus bisa mendongkrak suara PD pada Pemilu 2014 dan lewat verifikasi di Cikeas.

"Kita optimistis kok bisa mendapatkan sosok Ketum yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Bisa lah," ujarnya santai.

Pasalnya, syarat pendaftaran DCS ke KPU harus ditandatangani pimpinan parpol seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012 tentang Pemilu. Berdasarkan UU tersebut, pimpinan parpol Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal atau sebutan lain yang diatur dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART).

"Ini tugas bersama yang harus PD jalankan. Syarat dalam UU 8/2012 mengharuskan kami untuk menyiapkan Ketum baru untuk bisa teken DCS," tutup Johnny. (Astri Novaria/Adf)

()

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali tetap tak menghadiri Musyawarah Kerja Nasional…