Review Notebook

ASUS ZenBook UX305, Penantang New MacBook

Insaf Albert Tarigan    •    Senin, 22 Jun 2015 17:44 WIB
review gadget
ASUS ZenBook UX305, Penantang New MacBook
ASUS ZenBook ux305 cocok digunakan konsumen yang kerap bepergian.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketika sedang pergi meliput suatu acara, baik di dalam atau luar negeri, saya selalu mengidamkan laptop tipis, ringan, layarnya jernih, baterainya awet, dan performanya cukup bagus untuk menunjang kerja. Laptop seperti itu sangat meringankan beban secara fisik dan beban kerja. Produk yang masuk kategori top of mind untuk memenuhi kriteria itu adalah MacBook Air.

Namun, jika Anda "tinggal" dan merasa nyaman hidup di lingkungan Windows, ASUS ZenBook UX 305 adalah salah satu pilihan yang menarik. Sebelum mengulas lebih jauh, terus terang, menurut saya, nama yang disematkan ASUS atas produk ini termasuk njelimet, susah diingat, dan lebih cocok jadi kode produksi. Saya tak yakin Anda dapat mengingat namanya dengan tepat, di luar kepala, ketika hendak membelinya ke toko.

Kenapa mereka tak memilih ZenBook Thin saja, misalnya, atau sesuatu yang lebih mudah diingat konsumen? ZenBook UX305 menyita perhatian saya ketika ASUS mengejek New MacBook dengan menjadikan produk ini sebagai pembanding. Sesudah menggunakannya selama hampir sebulan, berikut ulasan kami selengkapnya.
 

Desain

ASUS ZenBook UX305 tergolong laptop paling tipis dan ringan. Ketebalannya 12,3mm dan bobotnya hanya 1,2Kg, separuh dari bobot Transformer Book TX300 yang biasa saya gunakan.



Karena itu, ketika pertama kali beralih ke UX305, saya sering ragu, apakah ia sudah benar-benar berada di dalam tas atau belum saat akan bepergian; tas jadi terasa enteng. Saya suka material aluminium yang digunakan ASUS karena kokoh. Apalagi, saat bepergian, laptop ini kerap berhimpitan dengan pakaian di dalam ransel.

Jika dilihat sekilas, UX305 warna silver yang saya gunakan terlihat biasa saja seperti laptop konvensional pada umumnya. Kalau ingin menarik perhatian saat nongkrong di Starbucks, Anda bisa memilih warna Gold.



Berbeda dengan New MacBook yang memelopori penggunaan USB Type-C untuk semua kebutuhan, ZenBook UX305 masih mempertahankan teknologi lama: tiga port USB 3.0. Selain itu, mereka menyediakan pembaca kartu memori flash, port Micro HDMI, port konektor output headphone, dan colokan power (DC).

Selama pengujian, karena digunakan untuk bekerja, semua fitur tersebut sangat berguna untuk saya, kecuali Micro HDMI yang tak terpakai. Layar ZenBook UX305 yang berukuran 13,3 inci juga sangat tajam dengan resolusi hingga 3200x1800. Layar jernih tentu tak hanya penting untuk menonton video, tetapi juga membaca teks di internet.
 

Pengalaman Penggunaan

Saya menggunakan ASUS ZenBook UX305 sebagai perangkat utama dalam bekerja selama sekitar sebulan. Dengan demikian, saya bisa menggunakannya dalam waktu 10-11 jam sehari. Nyaris semua pekerjaan itu hanya yang ringan saja: membuka browser, Office dan editing foto sederhana menggunakan Photoscape.

Performa laptop ini cukup mumpuni untuk semua hal itu. Satu hal yang paling krusial bagi saya adalah kenyamanan keyboard. ZenBook UX305 cukup nyaman digunakan untuk mengetik naskah. Sayangnya, jika sudah digunakan di atas 5 jam, panas yang dihasilkan laptop tanpa kipas ini akan terasa menyebar hingga ke tombol-tombol keyboard. Pengalaman semacam ini tak pernah saya temui di TX 300.



Padahal, ASUS sebenarnya sudah menyediakan pembuang panas di bagian atas, berdekatan dengan engsel layar. Suhu keyboard yang meningkat ini cukup mengganggu kenyamanan dan menurut saya, ASUS harus mengatasinya.

Namun, hal itu tak akan jadi masalah jika Anda hanya menggunakan laptop ini tatkala sedang dalam perjalan pribadi atau bisnis saja, dan menggunakan laptop lain untuk bekerja sehari-sehari. Satu hal lagi, keyboardnya tak dilengkapi backlight, sehingga akan menyusahkan saat Anda mengetik di tempat gelap.
 

Baterai & Performa

Seperti New MacBook, ZenBook UX305 ditenagai prosesor Intel Core M-5Y71 dual-core berkecepatan 1,4GHz yang dibuat dengan proses fabrikasi 14nm dan TDP maksimum hanya 4,5 Watt, serta RAM 8GB. Untuk menunjang kinerja grafis, ia mengandalkan Intel HD 5300 yang tergolong kelas bawah. Sementara untuk penyimpanan data, ZenBook UX305 menyediakan SSD 256GB.

Dengan daya sekecil itu, wajar jika performanya tidak terlalu menonjol, walau masih cukup memuaskan jika hanya untuk mengetik dan internetan. Namun, di sisi lain, daya tahan baterainya bisa diandalkan. Daya tahan baterai laptop ini mampu bertahan hingga 5 jam lebih saat digunakan terus-menerus untuk bekerja. Memang, daya baterai kerap tak konsisten karena tergantung cara pemakaian Anda.







Saat diuji dengan 3DMark, ia memperoleh skor 2.881. Skor yang tergolong rendah ini dapat dimaklumi karena memang perangkat ini tak dirancang untuk melakukan hal-hal berat, seperti gaming.
 

Kesimpulan

Dengan harga Rp14 juta, ASUS ZenBook UX305 merupakan salah satu laptop menarik bagi mereka yang kerap bepergian dan tak membutuhkan performa tinggi. Perangkat ini cocok untuk pekerja kantoran, penulis atau editor yang sering keluar kota atau keluar negeri.
 
  ASUS ZenBook UX 305
Ukuran Layar 13,3-inci
Prosesor Intel Core M-5Y71 @ 1,4 GHz
GPU Intel HD 5300
RAM 8 GB
Penyimpanan 256GB SSD
Bobot 1,2 Kg
Paket Penjualan Adapter, Manual, Setup Instruction, Warranty Card.
Harga Rp13.999.000
 

ASUS ZenBook UX305

 

8

  • Layar Jernih
  • Enteng
  • Port dan fitur cukup lengkap
  • Baterai tahan lama
  • Panas sedikit berlebih
  • Tak ada backlight di keyboard
 


(ABE)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA