Djan Faridz Nilai Tahanan KPK Sulit Beribadah

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 22 Jun 2015 17:04 WIB
kpk
Djan Faridz Nilai Tahanan KPK Sulit Beribadah
Djan Faridz--MI/Arya Manggala

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz memohon KPK memberi kelonggaran selama Bulan Ramadan. Dia menilai, tahanan KPK sulit beribadah, seperti dialami mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA).

"Kita akan minta kepada KPK supaya kalau boleh ini, kalau boleh ya, kalau enggak boleh juga enggak apa-apa. Kasih izin lah, tahanan itu salat lima waktunya di musala dan diizinkan juga baca doa," kata Djan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2015).

Menurut dia, secara psikologis, orang yang ditahan selalu ingin dekat dengan Tuhan. Itu pula yang dialami SDA. Tapi, tambah dia, SDA dilarang ketika meminta berdoa di musala.

"Kalau bisa dikasih izinlah baca doa lamaan dikit. Baca Yasin itu kan panjang. Syukur-syukur diizinkan Tarawih, salat Isya. sekarang kan salat Isya itu enggak boleh. Salat Subuh enggak boleh. siapa tahu berubah," tegas dia.

Djan menjelaskan, tahanan dibatasi dalam ibadah lantaran takut melarikan diri. Padahal, kata dia, mereka berada di rumah tahanan dan sulit melarikan diri.

"Padahal kalau takut lari ya dirantai saja tahanannya. Kasihan deh. Negara kita ini kan negara Ketuhanan yang Maha Esa sesuai pancasila," pungkas dia.


(YDH)