PNS Yogyakarta Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas

Patricia Vicka    •    Senin, 22 Jun 2015 17:09 WIB
ramadan 2015
PNS Yogyakarta Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas
Ilustrasi mobil dinas. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh pegawai negeri sipilnya mudik menggunakan kendaraan dinas.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X melarang PNS memakai mobil dinas untuk mudik kendati Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Krisnandi memperbolehkannya.

"Tetap tak izinkan pegawai pakai mobil dinas (untuk pulang kampung). Aturan Menpan itukan untuk pusat. Daerah atau depatermen beda (peraturannya)," ujarnya, di Komplek Kantor Kepatihan (Gubernur) DIY, di Yogyakarta, Senin (22/6/2015).

Sultan beralasan pelarangan penggunaan mobil dinas untuk keperluan pulang kampung sudah menjadi kebiasaan setiap tahun di wilayahnya. "Karena itu (mobil dinas dipakai untuk mudik) tidak biasa terjadi di DIY. Mobil dinas itukan untuk keperluan kantor, bukan pribadi," jelas Sultan.

Kepala Biro Umum, Humas, dan Protokoler pemprov DIY, Haryanta, mengatakan larangan penggunaan mobil dinas untuk keperluan mudik nantinya akan dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur.

"Tiap tahun memang dilarang dipakai ke luar kota. Sekarang belum dibuat surat edarannya. Biasanya keluar H-7 Lebaran," kata Haryanta.

Nantinya, mobil dinas yang ditinggal oleh pemiliknya selama liburan akan diletakkan di dalam kantor gubernur DIY. "Mobil dinas itu ada yang dibawa pulang ada yang tidak. Untuk yang tidak dibawa pulang akan disimpan di kantor. Kami punya garasi untuk meletakkannya. Tapi, Pegawai kami kebanyakan penduduk asli sini. Jadi, jarang yang pulang kampung keluar kota," tuturnya.

Hingga kini jumlah mobil dinas yang ada di lingkungan pemerintah DIY berjumlah sekitar 200 kendaraan.


(UWA)