Berbagi Infrastruktur, Transaksi Share Swap Mitratel Efisien

Ade Hapsari Lestarini    •    Senin, 22 Jun 2015 17:14 WIB
tower bersama infrastructure
Berbagi Infrastruktur, Transaksi <i>Share Swap</i> Mitratel Efisien
Tower Bersama Infrastructure (Foto: dokumentasi Tower Bersama Infrastructure)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rencana aksi korporasi tukar guling saham (share swap) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak perusahaan Telkom, dengan PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) dinilai sudah sesuai dengan kecenderungan industri telekomunikasi secara global, dan opsi share swap juga lebih baik karena Telkom masih memegang kendali.

"Apa yang dilakukan Telkom adalah upaya agar perusahaan tersebut semakin efisien. Dan efisiensi infrastruktur semacam itu telah menjadi kecenderungan global di industri ini," kata Ketua Umum Masyarakat Telematika (Mastel) Kristiono, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta (22/6/2015).

Menurut dia, industri ini secara umum akan semakin efisien sehingga diupayakan agar infrastruktur bisa sharing, jadi tidak harus punya infrastruktur sendiri-sendiri. Menurut dia, hal itu sudah terjadi di belahan dunia yang lain, hampir semua negara sudah melakukan efisiensi infrastruktur.

Kristiono menambahkan, tren efisiensi bukan hanya terjadi pada infrastruktur pasif, bahkan inftrastruktur aktif pun sudah di-sharing, jadi tidak dimiliki sendiri-sendiri karena industri ini relatif kompetitif.

"Saya kira arahnya tidak salah. Lagi pula kalau strukturnya seperti itu (share swap) kendali masih ada di Telkom. Berarti itu opsi yang lebih baik. Karena kebanyakan (operator) yang lain tidak melakukan itu. Saya kira itu bagian dari aksi korporasi Telkom dan saya yakin Telkom sudah melakukan kajian mendalam dan mengaumbil opsi yang dianggap terbaik," tambahnya.

Apalagi, kata Kristiono, Menteri Kominfo yang sekarang sangat mendorong terjadinya efisiensi industri. Salah satu efisiensi industri itu adalah sharing infrastruktur, bukan hanya sharing infrastruktur yang pasif tapi juga infrastruktur yang aktif, itu justru oleh pemerintah didorong untuk dilakukan supaya industri jadi lebih efisien.

"Karena sekarang ini industri secara overall tidak efisien, pemainnya banyak sementara semakin lama revenue-nya semakin kecil sehingga mereka selalu kesulitan untuk menjaga net income, net profit-nya. Supaya bisa tetap menjaga margin industrinya sehat ya harus dilakukan efisiensi. Itu salah satu bagian yang didorong oleh pemerintah supaya bisa lebih efisien," tambah dia.

Sebelumnya, Head of Research MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan transaksi share swap Mitratel dan Tower Bersama (TBIG) dinilai akan saling menguntungkan. Dan dia meyakini direksi Telkom pun juga melihat TBIG sangat prospektif kedepannya.

"Saya meilihat ini menguntungkan. Sehingga kalau Telkom bisa pegang sahamnya juga bisa mendapatkan dividen nanti. Dengan diserahkannya Mitratel maka TBIG dapat tumbuh dan juga menguntungkan Telkom sendiri nantinya," ujarnya.

Berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), aksi korporasi share swap Mitratel dengan TBIG dinyatakan telah sesuai dengan tahapan proses dan ketentuan serta peraturan yang berlaku. BPK juga tidak menemukan kerugian dan pelanggaran ketentuan dalam transaksi tersebut. Hasil kajian Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga menyatakan bahwa proses share swap telah melalui proses kajian aturan hukum, kajian bisnis dan potensi keuntungan keuangan Telkom.


(ABD)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA