TPID Dorong Pedagang Prioritaskan Kestabilan Harga Sembako

Antara    •    Senin, 22 Jun 2015 20:27 WIB
inflasi
TPID Dorong Pedagang Prioritaskan Kestabilan Harga Sembako
sembako, (ANT, Aditya Pradana Putra)

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Tim Pengendali Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong pedagang di berbagai pasar tradisional daerah untuk memprioritaskan kestabilan harga sembilan bahan pokok (sembako) selama Ramadan.

"Kami berharap ada kenaikan tetap yang wajar-wajar saja, jangan berlebihan dalam memanfaatkan momentum," kata Ketua II Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY, Arief Budi Santoso, di Yogyakarta, Senin (22/6/2015).

Menurut dia, kenaikan harga kebutuhan pokok tidak selalu terkait dengan persediaan barang. Kenaikan harga selama bulan Ramadan lebih dipengaruhi faktor psikologi masyarakat yang terbiasa dengan kenaikan harga 
setiap bulan Ramadan, meski stok mencukupi.

"Jadi siklusnya awal (Ramadan) naik, pertengahan agak turun, kemudian menjelang Lebaran melonjak lagi," kata dia.

Sementara itu, Arief memperkirakan laju inflasi di DIY selama Juni 2015 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan Juni 2014 yang mencapai 3,36 persen. "Memang ada kenaikan tipis," kata Arief, yang juga Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY, Budi Antono, memperkirakan para pedagang tidak dapat lagi menaikkan harga kebutuhan pokok tanpa batas selama Ramadan.

Hal ini karena akan muncul regulasi mengenai batasan maksimal harga-harga kebutuhan pokok dari pusat. Menurut Budi, regulasi itu berupa Peraturan Menteri Perdagangan yang merupakan turunan dari Peraturan Presiden (Perpres) mengenai pengendalian harga sembako yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

"Jadi dengan munculnya turunan dari perpres itu maka, berbagai kebutuhan pokok tersebut akan bisa diintervensi bukan lagi hanya diserahkan pada mekanisme pasar," tutup Budi Antono. (MTVN/Arif W) 



(ABD)