Diserang PKL Monas, Ahok Siap Persenjatai Satpol PP

Putri Anisa Yuliani    •    Senin, 22 Jun 2015 20:44 WIB
penyerangan
Diserang PKL Monas, Ahok Siap Persenjatai Satpol PP
Lenggang Jakarta. (Foto: Antara/Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyerangan terhadap lokasi binaan Pedagang Kaki Lima di Lapangan Irti Monas Sabtu 20 Juni lalu membuat Guberbur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama marah. Ahok berencana mempersenjatai Satpol PP untuk melawan PKL yang anarkis.
 
Ahok menduga penyerangan sudah direncanakan dengan baik, karena menurut keterangan pedagang Lenggang Jakarta dan personel Satpol PP yang terjun menertibkan, PKL yang menyerbu sudah membawa benda tajam sebagai senjata.
 
Penyerangan tidak hanya dilakukan oleh PKL yang kecewa karena tidak bisa mendapat kios di Lenggang Jakarta, tetapi juga PKL liar yang menentang adanya Lenggang Jakarta. Ahok meminta Satpol PP menggalakkan penggunaan senjata alat kejut, senjata peluru karet dan gas air mata.
 
“Saya sudah bicara dengan Kapolda tadi pagi, Dia iya saja kalau kami mau pakai gas air mata. Jadi kalau ada yang bilang bulan suci tidak ada yang tawuran mana buktinya? Mereka serang pedagang resmi kami. Saya tidak mau main-main sekarang, kalau ada anarkis kita serang pakai alat kejut, peluru karet dan gas air mata,” kata Ahok, di Balai Kota Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (22/6/2015).
 
Ahok tetap pada pendiriannya, melarang PKL liar berjualan di kawasan Monas. Ia mengaku sudah membuka pendaftaran bagi PKL liar agar bergabung di bawah Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan.
 
“Kalau kamu keras, saya makin keras. Dulu ada 700 PKL di Monas yang ikut daftar, lalu membeludak sampai 1000. Kami latih belajar masak. Tiap bulan 20% disisihkan untuk bayar keamanan, bayar listrik. Pas kita tegaskan wajib pakai e-money dan pakai kartu anggota, semua mundur dan hanya 300 PKL yang ikut. Kenapa bisa menciut angkanya? Karena mereka nggak mau dagang, mereka niat jahat mau sewain kios yang kami kasih,” bebernya.
 
Menurut Ahok, kekesalan para PKL yang ingin memanfaatkan kios Lenggang Jakarta untuk dijual kembali itulah yang mengakibatkan terjadinya penyerangan.


(FZN)