Legenda Jakarta

Bangunan di Glodok ini Dikeramatkan

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 22 Jun 2015 22:17 WIB
hut jakarta
Bangunan di Glodok ini Dikeramatkan
Vihara Dharma Bakti di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta. (foto: MI/Eka Ananta Setyawan).

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu pesona kawasan perdagangan Glodok adalah bangunan tua yang masih eksis hingga kini. Tak heran, umur yang panjang dan sejarah yang terkandung di dalamnya banyak menarik minat pengunjung. Salah satu di antaranya yang dianggap keramat adalah Vihara Dharma Bakti.

Ini adalah kelenteng tertua yang berdiri di Jakarta. Tempat ibadah warga keturunan Tionghoa penganut ajaran Kong Hu Cu yang berada di kawasan Petak Sembilan, Glodok, Jakarta ini didirikan tahun 1767.

Salah satu pekerja Vihara Dharma Bakti, Taya alias Dayat, 68, menuturkan bahwa pengunjung tempat yang juga dikenal dengan Kelenteng Kim Tek Le ini biasanya bersembahyang.

"Mereka yang datang dari seluruh Indonesia. Sembahyang untuk meminta kesehatan, rezeki, doa arwah para keluarga," ujar ujar Taya saat ditemui Metrotvnews.com, Rabu (17/6/2015).

Ia menuturkan, kelenteng ini sudah banyak mengalami perubahan. Selama 40 tahun bekerja di Vihara Dharma Bakti, Taya telah menyaksikan berbagai perkembangan di sini. Saat pemugaran pada tahun 1978, ia bahkan sempat dilibatkan untuk membantu perancang menggambar ulang desain bangunan kelenteng ini.

"Bangunan sudah berubah. Dulu bukan pakai keramik, batu batanya juga beda, dan diperbarui catnya," kata Taya.

Selain itu, Taya pun mencermati bahwa pengunjung kelenteng ini cenderung menyusut. "Dulu yang sembahyang ramai, sekarang ini udah termasuk sepi. Mungkin karena ganti pengurus ganti kebijakan, jadi pengunjung juga berkurang," kata dia.

Pada Maret lalu, kelenteng ini sempat terbakar dan kini sedang dalam masa perbaikan. Menurut Taya, biasanya dana pembiayaan bisa datang dari mana saja termasuk dari pengunjung sendiri.

Pekerja kelenteng lainnya yang bernama Ayen, 36, bahkan menyebut bahwa banyak pengunjung dari luar negeri yang menyumbangkan uangnya ke sini.

Menurut Ayen, wisatawan mancanegara pun kerap menyambangi Kelenteng Petak Sembilan. Namun, banyak dari mereka yang trauma untuk kembali lantaran banyak pengemis yang berjejer di depan wihara. Para peminta-minta itu terkesan amat memaksa dan dinilai sangat mengganggu turis yang datang.



"Banyak dari mereka bau dan kotor. Beberapa turis ingin kasih uang, tapi cara mereka (pengemis) mengambil uangnya itu seperti merampok. Pernah sampai ada tangan turis berdarah. Jadi, turis katanya kapok datang kemari," papar Ayen.

Pengemis itu, ia melanjutkan, selalu kembali meski sudah sering ditertibkan.

Candra Naya

Lain cerita dengan Candra Naya. Bangunan yang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1807 ini tampak rapi dan terurus. Pasalnya, gedung Candra Naya ini terdapat di dalam sebuah bangunan mewah di Jalan Gajah Mada kawasan Glodok.

"Di Glodok ada gedung Candra Naya. Lokasinya ada di dalam hotel Novotel. Jadi kalau mau datang melihat-lihat, ya harus masuk hotel dulu," kata Kepala Satpel Pengawasan dan Penataan UPK Kawasan Kota Tua Jakarta, Bayu, kepada Metrotvnews.com, Rabu (18/6/2015).



Dulunya Candra Naya adalah kediaman seorang Mayor Tiongha terakhir di Batavia, Khouw Kim An. Yang menarik dari bangunan ini adalah struktur ujung atap yang berekor terbelah dua layaknya ekor burung Walet. Selain itu, gerbangnya juga dihiasi dengan aksara Cina dan si tengah bangunan terdapat kolam ikan Koi.

Kata Bayu, dengan keunikannya dan nilai historisnya, Candra Naya dinobatkan sebagai bangunan Cagar Budaya pada tahun 2010. Soal bangunan Cagar Budaya, Bayu juga menerangkan di kawasan Kota Tua masih banyak bangunan bersejarah yang antre untuk dicagarkan.

"Ada rencana banyak bangunan yang akan di cagarkan budaya. Di Kawasan Kota Tua ada 272 bangunan bersejarah. sementara yang baru dicagarkan sebanyak 67 buah termasuk Glodok," kata Bayu.
 


(ADM)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

9 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA