PWNU Jatim: Sistem Ahwa Diterapkan Sejak Zaman Gus Dur

Amaluddin    •    Selasa, 23 Jun 2015 00:21 WIB
muktamar nahdlatul ulama
PWNU Jatim: Sistem Ahwa Diterapkan Sejak Zaman Gus Dur
Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum KH Syifa Malik menunjukkan dokumentasi Muktamar NU, di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/6). Foto: Antara/Syaiful Arif

Metrotvnews.com, Surabaya: Sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) atau musyawarah mufakat telah disepakati untuk digunakan dalam pemilihan Rais Aam PBNU pada Muktamar NU ke-33 di Jombang 1-5 Agustus mendatang. Pasalnya, sistem Ahwa dinilai lebih efektif dibandingkan dengan sistem voting atau pemungutan suara.

Demikian disampaikan Ketua Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftahul Akhyar. Dia mengatakan, NU menghindari menggunakan sistem voting bukan tanpa alasan dan pertimbangan. "Sistem Ahwa lebih efisien dibandingkan sistem voting," ujarnya, Senin (22/6/2015).

Alasannya, kata dia, pertama sistem ahwa adalah ciri khas NU sejak dulu. "NU jangan sampai meninggalkan sistem tersebut," ujarnya.

Kedua, sistem ahwa bisa meminimalisasi adanya praktik bagi-bagi uang. "Nah, bagi-bagi uang ini tidak bisa dimungkiri," kata Miftahul. Ketiga, sistem ahwa juga untuk menghindari adanya perpecahan.

Dia mencontohkan, pada era kepemimpinan almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, NU menerapkan sistem ahwa. "Keutuhan dan kesatuan NU itu yang kita pertahankan, bukan kekuasaan," katanya.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo, berharap sistem ahwa dipertahankan.

"Alangkah eloknya jika sistem ahwa dipertahankan agar NU tidak menghilangkan karakteristik dan aspek keutuhannya," katanya.


(UWA)