Sering Kecelakaan, Ahok Evaluasi Operator TransJakarta

Wanda Indana    •    Selasa, 23 Jun 2015 10:44 WIB
transjakarta
Sering Kecelakaan, Ahok Evaluasi Operator TransJakarta
Kecelakaan TransJakarta di Mampang, Jakarta Selatan. (Foto: Twitter/TMCPoldaMetroJaya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi operator TransJakarta yang tidak melakukan perawatan bus dan sembarang merekrut sopir.
 
‎Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengancam akan mengganti operator bus TransJakarta yang tidak memperhatikan sistem keamanan bus karena menggunakan suku cadang tak sesuai standar.
 
Terkait banyaknya kecelakaan yang melibatkan TransJakarta belakangan ini, Ahok menilai operator tak ketat merekrut sopir.
 
"Operator harus diperingati, macam-macam kita singkirkan. Sopir macam-macam juga kita singkirkan," ujar Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).
 
Ahok mengaku akan merekrut sopir bus TransJakarta yang mau bekerja dengan gaji dua kali UMP DKI. "Gaji sopir harus diperhatikan, minimali dua sampai tiga kali UMP (Upah Minimum Provinsi). Kita harus mencari sopir yang baik, yang jelek singkirin saja," katanya.
 
Sebelumnya, Ahok meminta PT TransJakarta tidak merekrut sopir dari Metromini yang gemar kebut-kebutan, agar kecelakaan yang melibatkan TransJakarta dapat diminimalisir.
 
"Transjakarta ini banyak yang bekas sopir Metromini. PT Transjakarta harus beri tindakan tegas. Kalau sopirnya tidak benar, harus dicopot, gaji mereka sudah besar," ujar Ahok.
 
Seperti diketahui, salah satu operator bus TransJakarta, PT Jakarta Trans Metropolitan (JTM) menanggung penuh biaya pengobatan korban kecelakaan di Mampang, Jakarta Selatan. Kecelakaan itu menyebabkan tujuh orang luka.
 
"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Pihak JTM menyatakan akan menanggung semua biaya yang muncul karena musibah ini," kata Direktur Utama PT Transpotrasi Jakarta Antonius Kosasih dalam pesan elektronik, Senin 22 Juni.


(FZN)