Perampokan Modus Ban Kempis di Bekasi Gasak Rp80 Juta

Damar Iradat    •    Selasa, 23 Jun 2015 11:41 WIB
perampokan di jakarta
Perampokan Modus Ban Kempis di Bekasi Gasak Rp80 Juta
Ilustrasi. (Foto: MI/Angga Yuniar)

Metrotvnews.com, Bekasi: Dalam waktu kurang dari satu bulan, aksi perampokan dengan modus ban kempis menelan dua korban di Bekasi, Jawa Barat. Para pelaku mengincar nasabah setelah mengambil uang di bank.

Toto Suhartono, 61, warga Perumnas 3 jadi korban aksi perampokan dengan modus kempis ban, Senin 22 Juni, kemarin. Dari tangannya, pelaku merebut koper berisi uang Rp80 juta. Kasus tersebut tengah diselidiki aparat Polresta Bekasi.

Awalnya, setelah mengambil uang di Bank Mandiri Cabang Pembantu Kalimas, korban melintas di Jalan Chairil Anwar, Margahayu, tepatnya dekat SMPN 2 Bekasi. Tiba-tiba dari sisi kiri dan kanan dua pengendara motor berteriak mengatakan, ban mobil Toto kempis. Tak ayal, Toto langsung mengeceknya.

"Memang saat itu benar-benar kempis ban mobilnya. Saat korban lagi ganti ban serep, korban sudah antisipasi sebetulnya, mobilnya dikunci rapat. Tapi, saat lagi sibuk ganti ban, tiba-tiba dia dengar ada suara pecahan kaca," ujar Kasubag Humas Polresta Bekasi, AKP Siswo kepada Metrotvnews.com, Selasa (23/6/2015).

Kemudian, lanjut Siswo, korban langsung melihat pelaku telah memecahkan kaca mobilnya. Sontak, korban berusaha mencegah kejadian tersebut. Sempat terjadi tarik menarik koper antara pelaku dan korban. Namun, korban yang berusia cukup tua itu kalah tenaga.

Penyidik sedang menyelidiki alat yang digunakan pelaku untuk memacahkan kaca mobil korban. Namun, dia memastikan pelaku tidak menggunakan kampak. "Alatnya lagi diselidiki. Tidak ada bekas-bekas pecahkan kaca pakai kampak," tuturnya.

Polisi telah membentuk tim khusus menangani aksi serupa. Patroli selama Bulan Ramadan dan menjelang Lebaran juga akan ditingkatkan.

"Ciri-ciri pelaku juga sudah digambarkan oleh korban. Motor yang digunakan dua pelaku juga sudah dicatat nomor polisinya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terbongkar," jelas Siswo.


(MBM)