Parpol Bertanggung Jawab Menagih Realisasi Pengadilan HAM

- 19 Maret 2013 20:33 wib
ANTARA/Wahyu Putro A/ip
ANTARA/Wahyu Putro A/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari meminta semua partai politik menagih janji pemerintah untuk segera membuat pengadilan HAM ad hoc.

"Pengadilan HAM itukan rekomendasi dari DPR, dan semua anggota DPR dari partai apapun harus nagih dong," kata Eva usai menjadi pembicara diacara diskusi dan peluncuran buku 'Menapaki jalan panjang; Potret 15 tahun advokasi peristiwa penghilangan paksa di Indonesia' yang dilaksanakan di sekretariat Kontras, Jakarta, Selasa (19/3).

Menurutnya, banyak anggota DPR yang tidak menanggap persoalan HAM dengan serius. Bahkan, isu HAM kalah populer dengan isu lainnya. "Saya agak kecewa kalau ada yang tidak sepakat (dengan pengadilan HAM). Kenapa ya kalau soal Century semua orang rame-rame ngomong, tapi soal HAM langsung diam," kata Eva.

Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan, dari sembilan fraksi yang ada di parlemen, ada dua fraksi yang selalu menolak pembentukan pengadilan HAM atau pembahasan mengenai isu HAM. "Ada dua partai yang selalu menolak," tukasnya.

Eva berpendapat, penegakan HAM harus direncanakan dalam waktu jangka panjang dan tidak menyasar orang per orang. "Kalau lihat tuntutan keluarga dan korban sangat sederhana, mereka hanya ingin rehabilitasi dan kompensasi. tidak ada yang menyasar pada orang per orang seperti Prabowo," kata Eva.

Jika memang pengadilan HAM tidak mau dibentuk juga, ada baiknya mempertimbangkan penyelesaian melalui pembentukan Komisi Rekonsiliasi dan Kebenaran (KKR). "Kalau menolak pengadilan HAM dulu penyelesaian lewat KKR kenapa dirontokkan? Kalau ada KKR-kan jadi enggak harus ada pengadilan HAM," kata Eva.

Eva berpendapat, KKR merupakan pilihan politik yang bisa lebih cepat dijalankan oleh pemerintah untuk menunjukkan tanggung jawab terhadap warganya. Pilihan tersebut, lanjutnya, lebih realistis ketimbang menunggu hasil sidang kabinet terbatas akhir tahun lalu dilaksanakan. "Presiden dalam posisi yang sangat mungkin untuk mendorong itu," katanya.

()

CAWAPRES muda ini dapat menjadi cikal bakal regenerasi partai berlambang pohon beringin tersebut pada…