Pengacara Margriet Diminta Peka Terhadap Kebatinan Publik Bali

Arnoldus Dhae    •    Rabu, 24 Jun 2015 10:20 WIB
penemuan jenazah angeline
Pengacara Margriet Diminta Peka Terhadap Kebatinan Publik Bali
Hotma Sitompul. Foto: Mochamad Irfan/MI

Metrotvnews.com, Denpasar: Pengacara Hotma Sitompul diminta untuk memerhatikan suasana kebatinan masyarakat Bali. Hotma yang kini jadi pengacara Margriet, ibu angkat Angeline, dinilai kerap melontarkan pernyataan yang mengganggu publik Bali.  

"Kami para pengacara di Bali menolak memberikan pendampingan hukum terhadap Margriet bukan karena kami tidak bisa, tetapi kami memiliki hak untuk menolak dengan berbagai macam pertimbangan aspek sosial masyarakat. Makanya kami meminta, pengacara senior seperti Hotma Sitompul untuk menciptakan suasana kondusif dan ikut memperhatikan suasana kebatinan masyarakat Bali yang memiliki atensi yang luar biasa terhadap kasus ini," ujar Ketua DPD Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bali Agustinus Nahak saat ditemui di Denpasar, Rabu (24/6/2015).

Agustinus dan pengacara lainnya tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Bali for Angeline (Simbol Bali). Menurut Nahak, kasus Engeline telah menyedot perhatian sosial masyarakat Bali. Sementara Hotma Sitompul justru banyak melontarkan pernyataan yang dianggap tak peka. Misalnya, membuat ancaman di media seperti akan melaporkan Akbar Faisal ke komite etik DPR, akan menggugat P2TP2A Kota Denpasar, melecehkan Komnas PA dengan mengatakan komisi tersebut bukan lembaga negara dan berbagai gertakan lain.

"Secara panggung pemberitaan, memang Hotma berhasil menggiringnya. Namun harus diingat, suasana kebatinan masyarakat Bali yang ikut terluka dalam kasus ini. Juga kecaman dan bully di media sosial yang bisa memberikan citra negatif terhadap Hotma Cs. Kasihan sekali. Saya ini pengagum Hotma, tetapi dalam kasus ini saya berbeda," ujarnya.

Untuk mempertegas dukungan dan perhatian barisan advokat Bali terhadap kasus Engeline, menurutnya, beberapa hari lalu, pihaknya bertemu dengan Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie. Dalam pertemuan itu, rombongan pengacara itu memberikan legal opinion kepada Kapolda Bali bahwa sebenarnya pembunuhan Engeline itu bukan hanya satu orang tetapi ada pelaku lain yang belum terungkap.

"Kita meminta polisi agar tuntas mengungkap siapa-siapa saja yang ikut terlibat dalam kematian Engeline. Kami menghormati kinerja Polri untuk bisa segera mengungkap dengan terang siapa dan motif apa di balik kematian Engeline. Keadilan untuk Engeline akan terus kami perjuangkan," katanya. 

Advokat Simbol Bali lainnya Valerian Libert Wangge mengajak masyarakat Bali untuk terus memantau proses pengungkapan kasus Engeline.

“Saatnya bagi kita untuk merekatkan solidaritas bagi korban. Cukup sudah kejahatan kemanusiaan seperti ini. Peran serta masyarakat juga dilindungi UU, jadi segala bentuk ancaman harus dilawan,” ujar Wangge.

Seperti diketahui, Angeline ditemukan tewas di pekarangan rumah ibu angkatnya, Margriet Megawe di Jalan Sedap Malam, Sanur Bali, 10 Juni lalu. Polisi sudah menetapkan Agustinus Tae, seorang pembantu di rumah Margriet sebagai tersangka. Sementara Margriet kini ditahan di Polda Bali sebagai tersangka penelantaran anak. 


(KRI)