Go-Jek Diklaim Kurangi Pengangguran

Wanda Indana    •    Rabu, 24 Jun 2015 11:11 WIB
gojek
Go-Jek Diklaim Kurangi Pengangguran
Pengojek Go-Jek mengikuti pelatihan. (Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perhubungan tidak mengakui sepeda motor sebagai moda angkutan umum. Hal itu merujuk pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mendukung penuh eksistensi Go-Jek karena mengurangi pengangguran.
 
"Ojek itu pekerjaan alternatif pegawai yang di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Saya punya beberapa teman ojek, mereka di-PHK akhirnya jadi ojek, gak apa-apa, halal kan," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).
 
Ahok meminta ojek pangkalan dapat ikut bergabung dengan Go-Jek atau membentuk sistem pelayanan serupa.
 
"Kalau ojek kerjanya hanya nunggu penumpang, bisa jadi kriminal juga. Kalau Go-Jek memiliki tarif yang sudah ditentukan, jadi tak asal nembak. Mereka juga dites psikotes segala macam. Keberadaan mereka juga  bisa dikontrol,” ujarnya.
 
Menurutnya, Go-Jek memberikan manfaat bagi penumpang dan pengemudi. Penumpang tidak perlu susah mencari pangkalan ojek, dan pengemudi Go-Jek tak perlu mangkal karena pemesanan melalui internet.
 
"Penumpang aman dan mereka bisa nolong kita juga. Buat pengemudi ojek juga untung gak perlu tunggu di pinggir jalan," pungkasnya.


(FZN)