Ahok Samakan Go-Jek dengan Prostitusi

Wanda Indana    •    Rabu, 24 Jun 2015 11:33 WIB
gojek
Ahok Samakan Go-Jek dengan Prostitusi
ilustrasi Gojek. (Foto:MI/Panca)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keberadaan Go-Jek ilegal karena tidak diatur Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Gubernur DKI Jakarta Basuki Ahok Tjahaja Purnama menyamakannya dengan prostitusi, tidak diatur undang-undang tetapi banyak yang menggunakan jasanya.
 
Ahok mengaku aneh dengan sikap Kementerian Perhubungan dalam menyikapi fenomena Go-Jek. Dia menganalogikan Go-Jek seperti prostitusi. Sama-sama ilegal, namun keduanya digunakan masyarakat. Hanya, layanan Go-Jek dibutuhkan untuk hal positif.
 
Ahok mengatakan, UU melarang prostitusi, namun banyak lokasi prostitusi terselubung bebas beroperasi. Seharusnya, pemerintah tidak boleh melarang Go-Jek, meskipun tidak diatur undang-undang.
 
"Sama saja seperti prostitusi, tak boleh di undang-undang, tapi banyak di Jakarta, tetap buka. Ojek ada di seluruh Indonesia, ilgal juga. Ya sudah asas manfaat saja," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, layanan Go-Jek membantu mobilitas masyarakat tanpa terjebak macet. Go-Jek memberikan manfaat bagi penumpang dan pengemudi. Penumpang tidak perlu susah mencari pangkalan ojek dan pengemudi Go-Jek tak perlu mangkal, karena pemesanan ojek melalui internet.


(FZN)