Kasus Diklat Sorong, KPK Periksa Bekas GM PT Hutama Karya

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 24 Jun 2015 12:53 WIB
kasus korupsi
Kasus Diklat Sorong, KPK Periksa Bekas GM PT Hutama Karya
KPK. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: KPK kembali memeriksa bekas General Manager PT Hutama Karya Budi Rachmat Kurniawan. Budi diperiksa dalam kasus dugaan korupsi kasus Pembangunan Diklat Pelayanan Kementerian Perhubungan di Sorong, Papua.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Jakarta, Rabu (24/6/2015).

KPK juga akan melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT Gelar Gatra Laras, Lilik Muflihun sebagai saksi Budi Rachmat Kurniawan. "Iya dia diperiksa sebagai saksi dari tersangka BRK," ujar dia.

Selain Budi Rachmat Kurniawan, KPK akan memeriksa tersangka lain dalam kasus ini. Mereka adalah, pejabat pembuat komitmen (PPK) satuan kerja di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Sugiarto dan ketua panitia pengadaan barang dan jasa di Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Irawan.

Budi merupakan mantan General Manager PT Hutama Karya. Ia diduga menyalahgunakan wewenang dalam proyek diklat pelayaran Sorong di Kementerian Perhubungan. KPK menduga terdapat penggelembungan anggaran dalam proyek ini sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp24,2 miliar.

Budi dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.  


(KRI)