BI Berharap Perusahaan Segera Terapkan Transaksi Rupiah

Antara    •    Rabu, 24 Jun 2015 13:09 WIB
bank indonesia
BI Berharap Perusahaan Segera Terapkan Transaksi Rupiah
Ilustrasi (MI/Grafik)

Metrotvnews.com, Semarang: Bank Indonesia (BI) berharap agar berbagai perusahaan di Tanah Air segera menerapkan transaksi rupiah pada operasional sehari-hari, tepatnya mulai 1 Juli 2015 ini. Ada sanksi tegas bila ada perusahaan yang tidak mematuhi hal tersebut.

"Mungkin kalau dilihat jangka pendek akan ada kendala yang dihadapi oleh perusahaan karena mereka harus mengonversi dari USD ke rupiah sebelum melakukan pembayaran, dan ini membutuhkan biaya tambahan," kata Asisten Direktur Departemen Pengelolaan Uang BI Pusat Agustinus Fajar Setiawan, di Semarang, Rabu (24/6/2015).

Meski demikian, pihaknya berharap agar hal itu tidak dijadikan sebagai beban bagi perusahaan karena bagaimana pun juga peraturan harus ditegakkan. Bahkan, ada sanksi tegas jika ada perusahaan yang tidak mematuhi peraturan tersebut. Mulai dari teguran tertulis hingga dilarang mengikuti lalu lintas jasa keuangan.

"Kalau mulai 1 Juli tersebut masih ada perusahaan yang melakukan transaksi nontunai dengan menggunakan mata uang USD, maka kami memberikan sanksi. Yang pertama teguran tertulis. Kedua sanksi denda minimal satu persen dari total uang yang ditransaksikan dan maksimal Rp1 miliar. Sanksi yang terakhir adalah dilarang mengikuti lalu lintas jasa keuangan atau tidak boleh bertransaksi menggunakan jasa perbankan," jelasnya.

Jika sanksi terakhir tersebut dikenakan, maka akan sangat merugikan perusahaan. Menurutnya, akan sulit bagi perusahaan jika melakukan transaksi secara langsung tanpa menggunakan sistem elektronik karena keamanannya akan dipertaruhkan.

"Waktu berlaku bagi sanksi yang terakhir ini bisa beberapa macam mulai dari tiga bulan, enam bulan, dan seterusnya. Tergantung dari tingkat kesalahannya," tuturnya.

Sementara itu, pihaknya belum menargetkan waktu yang dibutuhkan bagi seluruh perusahaan di Indonesia dalam menerapkan aturan tersebut. Bahkan, jika ada perusahaan yang belum siap menerapkan transaksi menggunakan rupiah tersebut bisa langsung mengajukan keberatan ke BI.

"Bisa saja langsung menyampaikan ke BI bahwa perusahaan yang bersangkutan belum siap melakukan transaksi dengan menggunakan rupiah hingga satu tahun ke depan, misalnya begitu. Bagaimana pun juga kami tetap mengatur kebijakan-kebijakan tersebut," pungkasnya.


(ABD)