Nur Indah Trauma Pernah Dipenjara dan Terpisah dengan Bayinya

Nurul Hidayat    •    Rabu, 24 Jun 2015 14:53 WIB
penganiayaan
Nur Indah Trauma Pernah Dipenjara dan Terpisah dengan Bayinya
Foto: Nur Indah Mustika menggendong anaknya Naufal Afkhar Sakhi/MTVN_Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Mojokerto: Nur Indah Mustika, warga Dusun Sumber Kembar, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengaku trauma saat membayangkan pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto. Bagaimana tidak. Nur Indah dipaksa terpisah dengan anaknya yang baru berusia 3 bulan, Naufal Afkhar Sakhi setelah dituduh terlibat dalam kasus penganiayaan.

"Siapa yang enggak trauma. Bahkan membayangkan saja tidak pernah harus masuk dalam bui dan terpisah dari Naufal. Bahkan di dalam penjara pun sempat sakit," kata Nur indah kepada Metrotvnews.com, saat akan menjalani sidang kedua di Pengadilan Negeri Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (24/6/2015).

Nur Indah pernah merasakan dinginnya lantai penjara selama dua pekan. Selama itu ia terpisah dengan anaknya yang masih membutuhkan air susu ibu (ASI) eksklusif.

Meski demikian, Nur Indah bersyukur statusnya sudah diubah menjadi tahanan rumah. Ia pun kembali fokus merawat anaknya yang kesehatannya sempat menurun sebab tak mendapatkan ASI.

"Sekarang Naufal kondisinya sudah kelihatan segar. Pas kemaren saya timggal (di penjara), kondisi Naufal menurun, tapi dirahasiakan oleh suamiku (Jhon Afriansah), takut tambah kepikiran," imbuh dia.

Sebelumnya, petugas Kejaksaan Negeri Mojokerto menangkap Nur Indah Mustika, ibunya Kastiah, dan adiknya Herlina, terkait kasus dugaan penganiayaan. Ketiganya dituduh menganiaya Etik, warga Dusun Sumber Kembar, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, tiga tahun lalu terkait kasus pencabulan.


(TTD)