AS Bantah Sadap Tiga Presiden Prancis

Willy Haryono    •    Rabu, 24 Jun 2015 15:01 WIB
wikileaks
AS Bantah Sadap Tiga Presiden Prancis
Presiden Prancis Francois Hollande menanti kedatangan Presiden Botswana di Istana Elysee, Prancis, Selasa (23/6/2015). AFP / DOMINIQUE FAGET

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat membantah telah menyadap komunikasi Presiden Prancis Francois Hollande dan dua mantan presiden sebelum dirinya. Bantahan dilontarkan setelah munculnya sejumlah dokumen dari WikiLeaks, yang menyebut AS telah menyadap tiga petinggi Prancis. 

"Kami tidak dan tidak akan pernah menyadap komunikasi Presiden Hollande," tegas juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Ned Price. 

"Kami tidak melakukan aktivitas pengintaian intelijen asing apapun kecuali ada hubungan spesifik dengan keamanan nasional. Hal ini berlaku terhadap warga biasa atau pemimpin dunia," tambah dia, seperti dikutip AFP

"Selama ini kami bekerja sama dengan Prancis dalam berbagai masalah internasional, dan Prancis adalah rekan yang tak tergantikan," sambung Price. 

Penyadapan dilakukan kepada mantan Presiden Jacques Chirac, mantan Presiden Nicolas Sarkozy dan Presiden Prancis saat ini, Francois Hollande. Juru Bicara WikiLeaks, Kristinn Hrafnsson mengatakan dokumen tersebut diyakini keasliannya.

Dokumen-dokumen ini dirilis bersama dengan harian Liberation dan situs investigasi Mediapart di Prancis.

Juru Bicara Presiden Hollande, Claudine Ripert-Landler mengatakan, Hollande akan membahas masalah ini dengan Dewan Pertahanan mengenai informasi yang diterima. Setelah pertemuan itu, Hollande baru akan mengambil tindakan yang dirasa diperlukan. 

Sementara ajudan dari pendahulu Hollande, Nicolas Sarkozy juga mengeluarkan komentar mengenai dokumen WikiLeaks tersebut. Menurutnya, metode yang dilakukan oleh NSA tidak dapat diterima, terutama dilakukan oleh sekutu.

Sejak bocor pertama kali pada 2013, oleh mantan kontraktor NSA, Edward Snowden, menunjukkan bahwa AS melalui NSA menyadap telepon seluler pemimpin negara sekutu. Yang paling menghebohkan adalah penyadapan terhadap Kanselir Jerman Angela Merkel.

Sementara Hollande sendiri pernah membahas masalah NSA ini dengan Presiden Barack Obama saat melakukan kunjungan ke AS. Keduanya pun sudah memahami perbedaan pendapat yang terjadi. 



(WIL)