Pengamat: Program Kemaritiman Terkendala Perbankan

Antara    •    Rabu, 24 Jun 2015 15:31 WIB
kemaritiman
Pengamat: Program Kemaritiman Terkendala Perbankan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Mataram: Pengamat ekonomi dari Universitas Mataram Firmansyah menilai program unggulan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sektor kemaritiman masih terkendala dukungan industri perbankan yang menyalurkan kredit atau pembiayaan.

"Perbankan masih benar-benar belum yakin sektor maritim dapat menguntungkan. Kekhawatiran kredit macet masih saja menghantui bank," kata Firmansyah, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (24/6/2015).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan di sektor maritim baru mencapai 2,38 persen dari total penyaluran pembiayaan perbankan, atau sebesar Rp85 triliun dari total uang yang disalurkan untuk kredit sebesar Rp3.600 triliun pada 2014.

Menurut Firmansyah, pemerintah juga belum sepenuhnya satu kata dalam membangun sektor kelautan dan perikanan. Sebagai contoh, pajak yang ditetapkan pada sektor perikanan masih cukup tinggi, bahkan perbedaannya puluhan persen lebih tinggi dari negara lain.

"Dari situ saja dapat dilihat, berat untuk berharap nelayan bisa bersaing. Harusnya bila ingin fokus membangun sektor maritim semua aspek penghambat sudah disisir pemerintah," katanya.

Di samping itu, kata dia, bunga kredit yang harus ditanggung nelayan masih berkisar 10-12 persen, jauh di atas bunga acuan Bank Indonesia sebesar 7,5 persen. "Ini menjadi masalah. Kenapa tinggi sekali bunga kredit nelayan? Bila pembangunan belum satu kata seperti ini maka pembangunan sektor maritim tidak akan berjalan lancar ke depan," pungkasnya.



(ABD)