Sopir TransJakarta Kecelakaan di Mampang Dapat Nilai Baik Selama Orientasi

Intan fauzi    •    Rabu, 24 Jun 2015 15:31 WIB
kecelakaan transjakarta
Sopir TransJakarta Kecelakaan di Mampang Dapat Nilai Baik Selama Orientasi
Transjakarta tabrak motor dan mobil di Mampang--(Foto: Ist)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sopir TransJakarta, Undang Kurniawan (26), yang menjadi tersangka kecelakaan di Mampang, Senin 22 Juni lalu, mendapatkan pelatihan sebelum terjun ke lapangan. Manajer Operasi PT Jakarta Trans Metropolitan, Ronny Rahman Gunawan, mengaku Undang mendapatkan nilai baik.

"Dia selama orientasi nilainya baik," kata Ronny saat dihubungi Metrotvnews.com, Rabu (24/6/2015).

Proses rekrutmen sopir dilakukan oleh masing-masing operator. Undang melamar menjadi sopir dengan menyerahkan CV, bukti kepemilikan SIM, KTP, dan akte kelahiran. "Yang paling penting pelamar memiliki SIM. Lalu kita seleksi melewati proses interview, tes kesehatan, psikotes dan terakhir pengenalan terhadap alat-alat," terang Ronny.

Setelah melewati tahap-tahap tersebut, sambung Ronny, Undang mengikuti masa orientasi selama dua minggu. Undang mengikuti tes mengemudi internal dan eksternal. "Setelah lulus, lalu tes drive di dalam, setelah itu tes drive di luar dengan pengemudi senior," sambungnya.

Dugaan Ronny, Undang belum terbiasa menggunakan kendaraan matic. "Cuma mungkin Dia (Undang) biasa pakai manual, dia biasa bawa truk. Tapi saat orientasi kita sudah pakai bus matic," imbuh Ronny.

Bus TransJakarta bernomor body JTM001 menabrak pejalan kaki, pengendara motor dan mobil di Jalan Mampang Prapatan arah Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, kemarin 22 Juni lalu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan tujuh orang luka-luka.

Undang ditetapkan sebagai tersangka setelah pernyataannya mengenai rem blong tidak terbukti. Ia dikenakan Pasal 310 ayat 3 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 juta.


(YDH)