Tersangka Penadah Penggelapan Sembako Punya Jaringan Sopir Truk

Ilham wibowo    •    Rabu, 24 Jun 2015 16:22 WIB
sembako
Tersangka Penadah Penggelapan Sembako Punya Jaringan Sopir Truk
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian merilis kasus penggelapan gula rafinasi--MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasubdit I Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Kombes Pol Ruddi Setiawan mengatakan, tersangka penadah penggelapan sembako 60 ton gula pasir mempunyai jaringan sopir truk.

"Penadah ini sudah berjalan cukup lama selama setahun. Upah enam orang karyawannya mencapai tiga juta per hari," tutur Ruddi di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015).

Saat ini, polisi sudah mengamankan dua truk tronton pengangkut gula rafinansi dengan total berat gula mencapai 60 ton. Ruddi mengatakan, tersangka telah melanggar Undang-Undang Perdagangan, Penggelapan, Pertolongan Jahat, dan Perlindungan Konsumen.

"Oleh tersangka gula dari pabrik dikurangi isinya. Gula rafinasi tidak boleh dijual ke umum, untuk mengelabui makanya diganti dengan jenis karung yang biasa," tuturnya.

Tiga orang tersangka berhasil diamankan petugas. Mereka adalah MS sebagai pelaku pertolongan jahat, SP dan U sebagai pelaku penggelapan. Mereka dikenai pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal 14 tahun penjara.


(MBM)