Pekan Depan, Penyidik Periksa Tersangka Kasus Kondensat di Singapura

Githa Farahdina    •    Rabu, 24 Jun 2015 16:51 WIB
korupsi migas
Pekan Depan, Penyidik Periksa Tersangka Kasus Kondensat di Singapura
Brigjen Pol Victor Simanjuntak. Foto: Aedy Azeza Ulfi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Bareskrim Polri berencana memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi penjualan kondensat, Honggo Wendratno di Singapura. Honggo kini tengah dirawat di negeri jiran itu karena penyakit jantung. 

"HW meminta periksa di Singapura, rencana minggu depan, hari ini kita koordinasi dulu dengan KBRI," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Victor Simanjuntak di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015).

Sementara tersangka lain, termasuk Raden Priyono akan diperiksa sesegera mungkin. Namun, penyidik akan tetap mendahulukan pemeriksaan Honggo.

Saat ini, tambah Victor, penyidik memang fokus memeriksa tersangka. "Target tengah Juli berkas perkara sudah diperiksa itu diusahakan tahap satu, untuk dua tersangka dulu, RP dan DH (Djoko Harsono)," tambah Victor.

Saat ini, penyidik belum terlalu memikirkan kasus TPPU. Analisis aliran keuangan dari PPATK yang membutuhkan waktu lama membuat penyidik mengutamakan fokusnya pada kasus korupsi.

Honggo adalah pemilik PT Trans Pacific Petrochimical Indotama (TPPI), sementara Raden Prioyono merupakan bekas Kepala BP Migas (kini SKK Migas). Sementara Djoko, bekas pejabat BP Migas. 

Dugaan kerugian negara sementara yang berhasil dihitung penyidik dari kasus tersebut sekira USD156 juta atau setara Rp2 trilliun. Jumlah itu kemudian akan dicocokkan dengan hasil audit dari BPK dan BPKP.

Kasus ini bermula saat SKK Migas menunjuk langsung PT TPPI sebagai pihak penjual kondensat, Oktober 2008. Perjanjian kontrak kerja sama kedua institusi itu baru ditandatangani Maret 2009.

Proses tersebut diduga melanggar keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-20/BP00000/2003-SO tentang Pedoman Tata Kerja Penunjukan Penjualan Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara dan Keputusan Kepala BP Migas Nomor KPTS-24/BPO0000/2003-SO tentang Pembetukan Tim Penunjukan Penjual Minyak Mentah/Kondensat Bagian Negara.

Penyidik menilai ada pelanggaran Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31/1999 tentang Tipikor dan atau Pasal 3 dan Pasal 6 UU 15/2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan UU No. 25/2003. 



(KRI)