Subsidi Listrik Langsung ke Perusahaan Rawan Penyimpangan

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 24 Jun 2015 17:01 WIB
listrik
Subsidi Listrik Langsung ke Perusahaan Rawan Penyimpangan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan bila subsidi listrik yang langsung diberikan kepada perusahaan rawan penyimpangan.

"Subsidi melalui perusahaan itu rawan penyimpangan. Oleh karena itu kami mendorong langsung ke pengguna. Saya kira semua menghendaki hal tersebut," kata Sudirman saat jeda rapat kerja asumsi dasar RAPBN 2016, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Meskipun begitu, Sudirman menjelaskan, bila diberikan langsung kepada perusahaan dalam hal ini PT PLN (Persero) akan malah menaikkan harga listrik dan memperlebar disparitas harga. "Pada waktunya ketika seluruh listrik itu kalau tidak ada disparitas harga, maka subsidinya bukan diberikan kepada PLN tapi langsung ke masyarakat," jelas dia.

Ia menambahkan, nantinya pendistribusian subsidi listrik ini akan melalui mekanisme kartu sakti seperti yang dilakukan pada subsidi elpiji dan pupuk. 

"Caranya, satu ketika si pengguna listrik ber-kwh rendah tadi mendapat kartu, uangnya sampai ke kartu itu. Kemudian uangnya dibeli dengan harga keekonomian. Tapi itu belum ditetapkan waktunya. Tapi harus ke sana. Itu sebenarnya sama saja seperti subsidi elpiji, pupuk," tambah dia.

Pada sisi lain, Sudirman membantah perubahan mekanisme ini akan membuat naik tarif listrik rumah tangga berdata 450 volt ampere (va) dan 900 va tahun depan. "Tidak, jangan begitu. Nanti yang muncul ada kenaikan," tukas dia.


(ABD)