Mengenang Stuart Sutcliffe, Mantan Penggawa The Beatles

Agustinus Shindu Alpito    •    Rabu, 24 Jun 2015 17:16 WIB
beatles
Mengenang Stuart Sutcliffe, Mantan Penggawa The Beatles
Foto: Stuart Sutcliffe (1940-1962) mantan pemain bass the Beatles / dmbeatles.com

Metrotvnews.com, Liverpool: Tanggal 23 Juni merupakan hari yang cukup bersejarah bagi grup musik The Beatles. Pada tanggal tersebut, di tahun 1940, sosok yang ikut membentuk The Beatles lahir. Dia adalah Stuart Sutcliffe.

Tidak banyak orang tahu bahwa cikal-bakal The Beatles dibentuk oleh seniman-seniman hebat, termasuk Stuart.

Stuart memang hanya sejenak bermain musik dengan The Beatles, waktu itu formasi awal diisi oleh John Lennon, Paul McCartney, George aaaharrison dan Pete Best. Kabar yang beredar, Stuart dan Lennon lah yang pertama mencetuskan kata "Beatals" untuk nama band mereka. Sebelum akhirnya Lennon mengganti dengan "the Beatles" di kemudian hari.

Stuart lahir di Edinburgh dan besar di Liverpool. Bakat seninya sangat terlihat, hingga akhirnya dia masuk Liverpool College of Art, tempat di mana dia bertemu dengan John Lennon di tahun 1957.

"Paul dan saya mengetahui Stuart Sutcliffe saat di sekolah seni, Stuart kurus, gayanya nyeni dengan kacamata dan cambang Van Gogh, dia pelukis yang hebat. John (Lennon) sangat mengaguminya sebagai seorang seniman," kata George Harrison dalam sebuah testimoni untuk Stuart.

George juga menyebut Stuart sebagai seniman yang sangat menghargai orang lain, dia mencontohkan bagaimana Stuart terlihat ramah pada George dan Paul, meski mereka bukan berasal dari sekolah seni.

Ada satu peristiwa menarik, pada awal tahun 1960, John Lennon tinggal dalam satu flat bersama Stuart. Karena jiwa seni mereka yang liar, keduanya lalu mengecat tembok kamarnya dengan warna kuning dan hitam.

Di awal karier band, uang jadi persoalan utama. Stuart pun mencoba memenuhi kebutuhan band dengan uang hasil menjual lukisan. Pada waktu itu lukisan Stuart laku seharga GBP65, dia lantas menggunakannya untuk membeli gitar bass.

Saat rekan-rekannya mulai fokus meniti karier musik The Beatles, Stuart justru berseberangan. Minatnya terhadap dunia lukis membuatnya hengkang. Pria yang disebut George sebagai sosok cowok keren itu berhenti di tahun 1961 dan menetap di Hamburg. Stuart mendapat beasiswa sekolah seni di Hamburg Art School.

Seperti personel The Beatles yang lain, Stuart juga menjalin hubungan saat masih kuliah. Dia jatuh hati pada fotografer Astrid Kirchherr. Sayangnya, hubungan mereka tidak berlangsung lama.

Takdir berkehendak lain, Stuart mati muda di usia 21 tahun akibat pendarahan otak. Tidak ada yang mengetahui pasti sebab penyakit yang dialami pria berbakat itu. Meski terbilang hidup dengan waktu yang sangat singkat, Stuart telah memberi kejutan-kejutan di bidang seni, baik seni lukis maupun seni musik.

Hingga saat ini karya-karya lukis Stuart jadi salah satu yang paling diburu kolektor.


(AWP)