Pengamanan Monas Belum Ideal

Arga sumantri    •    Rabu, 24 Jun 2015 17:40 WIB
penyeranganmonas
Pengamanan Monas Belum Ideal
Kawasan Monas. (Foto: Antara/ Widodo S Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Keamanan kawasan Monas dinilai belum ideal. Penyerangan pedagang kaki lima (PKL), Sabtu 21 Juni, memberikan catatan khusus soal rapuhnya pengamanan kawasan yang berada di ring satu itu.
 
Kepala Seksi Ketertiban Unit Pelaksana Tugas (UPT) Monas Wahyono mengaku kebobolan. Namun ia menolak jika pihaknya dikatakan tidak melibatkan kepolisian.
 
"Kalau dibilang tidak koordinasi, ya kami itu sudah koordinasi dengan Polsek Gambir, Polres, dan Polda," kata Wahyono saat ditemui Metrotvnews.com di kantornya, kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).
 
Ia mengaku sudah mendapat informasi terkait rencana penyerangan ratusan PKL ilegal. "Saya dari siang sudah dapat informasi kalau mau ada penyerangan, itu sudah dilaporkan juga ke kepolisian. Hanya, mereka (PKL) mengambil waktu pas buka puasa, lagi pada lengah," ujarnya.
 
Wahyono mengungkapkan, UPT Monas punya 250 tenaga Pengamanan Dalam (Pamdal), terdiri dari tenaga security, Garnisun, dan Brimob Sabhara. Per harinya, ada 65 anggota Pamdal mengamankan Monas. "Hari ini jumlahnya ada 102 anggota keamanan dari Brimob, di luar TNI dan Sabhara," ujarnya.
 
Manurutnya, jumlah anggota Pamdal yang ada saat ini belum ideal. "Memang belum ideal, karena memang mentok di anggaran. Sekarang sedang dianggarkan lagi. Tapi kami selalu berusaha semaksimal mungkin bertugas," jawabnya.
 
Pantauan Metrotvnews.com pengamanan di Monas belum merata. Pengamanan hanya dilakukan di titik tertentu. Yang paling terlihat di dekat area Lenggang Jakarta dan pintu gerbang Monas yang berada persis di depan Istana Presiden. Sedangkan di areal lain, masih minim petugas.
 
Orang bebas  keluar masuk Monas. Setidaknya ada tiga  gerbang yang dapat menjadi akses pejalan kaki masuk ke Monas. Pengunjung dan penjahat di dalam Monas sulit dibedakan.
 


(FZN)