Ragam Seni Indonesia

Dimas Prasetyaning    •    Rabu, 24 Jun 2015 17:55 WIB
galeriindonesiakaya
Ragam Seni Indonesia
dok. IDEnesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiongkok sudah tumbuh menjadi raksasa ekonomi dunia. Kebangkitan Tiongkok, tidak lepas dari manifestasi kebudayaan yang dijadikan pedoman utama.

Di Indonesia, keberadaan seni dan budaya dirasa masih kurang sebagai panutan kemajuan bangsa. Namun, hal tersebut justru menjadi motor penggerak seniman untuk bangkit melestarikan ragam seni dan budaya dalam sebuah wadah dan pertunjukan seni.

Salah satunya datang dari pertunjukan teater boneka asal kota gudeg, Yogyakarta, bernama Papermoon Puppet. Teater Papermoon Puppet bermula dari kegelisahan Ria dan Iwan Effendi terhadap kurangnya ruang eksperimen dengan media seni untuk anak-anak.

awalnya Ria dan Iwan Effendi mendirikan perpustakaan bagi anak-anak. Namun, gempa Jogja membuat perpustakaan tersebut bubar. Sang pemilik pun memutuskan mengikuti program trauma healing ke beberapa kampung sekitar Yogyakarta dan Klaten.

Kemudian muncul ide untuk membuat program trauma healing bagi korban gempa dengan media teater boneka. Program ini terus berlanjut dengan bertambahnya personel. Pertunjukan teater boneka itu pun mulai bekerjasama dengan seniman setempat.

Walaupun dianggap sebagai seni kontemporer, Iwan tetap berpegang pada pakem budaya setempat dengan menceritakan mitos-mitos budaya Jawa.

"Ide ceritanya sendiri kita karang berdua (Iwan dan Ria). Namun tetap mengambil mitos-mitos Jawa yang tentunya telah kita kreasikan agar lebih menarik," tutur Iwan.

Bergeser sedikit ke arah barat, tepatnya di Kota Magelang yang terkenal dengan Candi Borobudurnya. Kota ini juga memiliki museum seni yang dipenuhi dengan karya anak bangsa.

Museum Oei Hong Djien (OHD) didirikan seorang kolektor ternama asal Magelang. Pria yang akrab dipanggil OHD ini membangun museumnya di Jalan P Diponegoro Nomor 74, Magelang, pada 5 April 2012. Meskipun didirikan oleh perorangan, museum ini tetap dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Sebanyak 1.500 karya seni dengan berbagai ukuran dapat dinikmati di museum ini. Bahkan ada lukisan selebar tiga meter dan tinggi dua meter. Ada juga lukisan dengan lebar mencapai enam meter, yang digadang-gadang karya Affandi, Widayat, dan Hendra Gunawan.

Sang pemilik, OHD, menjelaskan bahwa museum tersebut dibangun agar masyarakat bisa lebih dekat dengan seniman Indonesia melalui karya-karya mereka. Selain itu, juga mengajak masyarakat tidak lupa dengan karya seni budaya sendiri.

Sementara di Bali, terdapat museum unik milik perancang dan pembuat batik Josephine W Komara atau Obin. Museum ini menampilkan selengkap mungkin informasi mengenai kain, khususnya batik. Museum yang dibangun pada 21 November 2013 itu menjadi museum tekstil pertama di Bali.

Teknologi laser memberi aksen warna-warni bergambar selembar kain yang seakan melambai-lambai. Ada beberapa tabung besi perak. Ada beberapa titik lubang di tabung itu dan coba tempelkan telinga ke tabung. Terdengar suara orang membacakan proses pembuatan kain.

Penasaran dengan perjalanan Yovie Widianto kali ini? Simak kisah lengkapnya dalam program IDEnesia di Metro TV pada Kamis (25/6/2015) pukul 22.30 WIB. Jangan lupa, ikuti kuis IDEnesia dan Galeri Indonesia Kaya dengan follow twitter @IDEnesiaTwit atau @IndonesiaKaya. Ada bingkisan menarik bagi pemenangnya.


(NIN)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

4 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA