DPR Imbau Pemerintah Jaga Stabilitas Harga LPG

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 24 Jun 2015 18:32 WIB
elpiji
DPR Imbau Pemerintah Jaga Stabilitas Harga LPG
Gedung Parlemen (MI/SUSANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengimbau kepada pemerintah untuk menjaga harga LPG 12 kilogram (kg) untuk tidak naik. Pasalnya, bila elpiji 12 kg tersebut naik akan berdampak pada demand LPG subsidi tiga kg. Dari hal itu, bisa terjadi ketidaktepat sasaran LPG subsidi tiga kg.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika, dalam rapat kerja asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Seandainya naik 12 kg, nanti pada lari ke tiga kg. Barang sama isi sama, kemasan saja yang beda. Yang satu besar 12 kg yang satu kecil tiga kg. Yang kemasan kecil murah ya wajar itu bisnis umumnya. Tapi, di sini barang dikemas lebih besar tapi harganya empat kali lipat," kata Wardaya, saat rapat kerja, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Migrasi konsumen LPG 12 Kg ke LPG tiga kg itulah yang dikhawatirkan Kardaya. Bila hal itu terjadi berarti banyak masyarakat mampu mendapatkan subsidi secara tidak langsung karena mengonsumsi LPG tiga kg. "Kalau elpiji 12 kg naik maka otomatis demand tiga kg juga naik. Demand naik nanti subsidi juga naik," tutur dia.

Mejelaskan hal tersebut, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, harga LPG 12 kg itu mengikuti harga pasar. Jadi, harus melihat kondisi nantinya.

"Tadi disampaikan Pak Menteri, harga LPG 12 kg mengikuti harga pasar. Kondisi ini tidak tahu pasti. Kecenderungan ke depan akan turun. LPG keliatannya akan turun, kemungkinan ada efisiensi  dari Iran," jelas Ahmad.

Ahmad juga menambahkan, nanti subsidi LPG tiga kg juga akan menggunakan mekanisme kartu subsidi. "Itu juga ada program membatasi LPG tiga kg, subsidi langsung di Batam. Lewat sistem kartu," pungkas Ahmad.

Sebagai informasi, elpiji 12 kg saat ini dibanderol dengan harga hampir Rp12.000 per kg. Sementara elpiji subsidi tiga kg dihargai dengan nilai Rp4.750 per kg.


(ABD)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

6 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA