Penerapan Tax Amnesty, Bank RI-Singapura Bersaing Ketat

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 24 Jun 2015 18:32 WIB
pajak
Penerapan <i>Tax Amnesty</i>, Bank RI-Singapura Bersaing Ketat
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat Pajak Universitas Pelita Harapan Ronny Bako mengatakan bila Indonesia memberlakukan tax amnesty ke Singapura, maka Indonesia bisa mendapatkan 10-30 persen dari Rp3.000 triliun dana yang tersimpan di Singapura.

"Rencana tax amnesty bisa membuat negara Singapura menjadi lebih 'miskin' karena kehilangan dana cukup besar," kata dia, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Ronny mengatakan, dana tersebut dapat ditarik masuk oleh pemerintah dengan menggunakan model yang sederhana. "Yang penting masuk saja dulu dananya ke Indonesia. Terserah WNI mau melakukan apa atas dananya itu," ujarnya.

Apabila tax amnesty diberlakukan Indonesia ke Singapura, dapat dipastikan sumber pendanaan Singapura akan berkurang. "Jadi bisa persaingan. Jadi bank-bank di Indonesia dan Singapura akan menawarkan suku bunga yang menarik," katanya.‬

‪Dampak positifnya bagi Indonesia adalah sumber pendanaan atau likuiditas di Indonesia akan makin tinggi. Dengan begitu ekonomi lebih bergairah dan banyak bank-bank yang menawarkan suku bunga lebih rendah. "Dengan adanya modal ini, bank bisa memberikan kredit ke orang-orang," jelas Ronny.

Pengamat Pajak Universitas Indonesia Darussalam mengatakan bahwa jika kebijakan tax amnesty benar-benar diterapkan pemerintah Indonesia. Diyakini jika Singapura akan kehilangan sumber pendanaan dalam jumlah yang cukup besar. Mengingat dana dari Indonesia yang tersimpan di negeri tersebut sangat besar.

"Makanya tax amnesty ini bisa dibaca sebagai saingan (antarnegara). Tidak serta memiskinkan Singapura, tapi kehilangan (sumber pendanaan)," ungkap Darussalam.

Darussalam menambahkan, tax amnesty dapat dilakukan sebagai suatu terobosan bagi wajib pajak Indonesia yang mempunyai harta di luar negeri. Dengan cara melakukan repatriasi modal ke Indonesia dengan membayar uang tebusan. "Jadi tidak hanya di Singapura saja. Di negara-negara lainnya yang ada repatriasinya juga bisa," kata dia.‬

‪Mengaca pada negara lain yang melakukan tax amnesty, yang sudah dijalankan oleh 37 negara, maka dapat dicontohkan bahwa Italia mampu mengambil dana sampai 15 persen dari total penerimaan pajak ketika tax amnesty dilakukan.

Sebagai gambaran, Italia ketika menerapkan tax amnesty mampu menarik repatriasi dana dari bank-bank Swiss, senilai USD122 miliar, namun Prancis hanya 0,1 persen. "Jadi berbeda-beda setiap negara," pungkasnya.


(AHL)