PPP Kubu Romi Enggan Minta Tambah Jatah Menteri

Astri Novaria    •    Rabu, 24 Jun 2015 19:07 WIB
reshuffle kabinet
PPP Kubu Romi Enggan Minta Tambah Jatah Menteri
Wakil Sekretaris Fraksi PPP kubu Rommahurmuziy Arsul Sani--Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Isu reshuffle Kabinet Kerja kian menguat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan ihwal evaluasi kinerja tiap menterinya. Menanggapi hal ini, Wakil Sekjen PPP hasil Muktamar Surabaya, Arsul Sani menilai perombakan kabinet sepenuhnya kewenangan Presiden RI Joko Widodo.

PPP, sambung Arsul, menghormati keputusan Presiden apakah nantinya PPP dapat tambahan jatah menteri atau tidak. PPP tidak akan meminta-minta.

"Ya, kalau diminta kader PPP untuk tambahan di kabinet ya akan disiapkan. Kalau tidak ya PPP tetap konsisten dukung pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Kalau di agama, tangan di atas (memberi dukungan) lebih baik daripada tangan dibawah (meminta). Ini yang jadi pegangan PPP," ujar Arsul di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Menurut Arsul, evaluasi kinerja para menteri memang penting. Terlebih, Jokowi sudah menerima laporan kinerja para menteri Kabinet Kerja.

"Nah, silakan saja dievaluasi para menteri itu, kemudian Presiden ambil keputusan. Soal mendesak atau tidak ya PPP melihatnya dari hasil evaluasi itu. Terhadap menteri-menteri yang hasil evaluasinya jelek, maka menjadi mendesak untuk di-reshuffle," pungkasnya.


(YDH)