PKB Optimistis Jatah Menteri Tak Disunat

Astri Novaria    •    Rabu, 24 Jun 2015 19:12 WIB
reshuffle kabinet
PKB Optimistis Jatah Menteri Tak Disunat
Sekretaris Jenderal PKB Abdul Kadir Karding--MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) optimistis kadernya yang duduk sebagai menteri di Kabinet Kerja tidak akan kena reshuffle. Jika jatah menteri ditambah pun Presiden Jokowi pasti akan berkomunikasi.

"Kita tentu akan diskusikan dengan Pak Jokowi, apakah itu dikurangi ataupun ditambah. Pasti kita diajak ngomong tidak mungkin tidak," kata Sekjen DPP PKB Abdul Kadir Karding di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Apabila nantinya reshuffle dilakukan, ia berharap bukan menteri dari partai politik yang dirombak. Sebab, kata dia, berdasarkan hasil penilaian publik dan sejumlah pengamat justru menteri non-parpol yang dianggap kinerjanya buruk.

Selain itu, pihaknya juga tidak mempermasalahkan niatan PDIP yang meminta jatah lima menteri apabila reshuffle dilakukan.

"Itu haknya PDIP. Silakan PDIP melakukan pembicaraan dengan Presiden. Kalau di luar negeri memang berdasarkan proporsi perolehan suara. Tapi kalau di Indonesia berdasarkan kesepakatan politik dan itu kewenangan presiden. Kita santai saja. Tugas PKB mendorong menteri-menteri bekerja bagus," tandasnya.

Seperti diberitakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menginginkan adanya penambahan jatah menteri supaya memperkuat dukungan politik dan meningkatkan kinerja Pemerintah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah, Senin (22/6/2015).

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno menilai bahwa adanya permintaan untuk menambah jatah menteri dalam kabinet kerja Jokowi merupakan sebuah harapan. "Harapan itu kan boleh-boleh saja. Kami siap menugaskan kader terbaik kami," pungkasnya.


(YDH)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

59 minutes Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA