OJK: Pemasaran Produk via Telepon Kerap Meresahkan

Antara    •    Rabu, 24 Jun 2015 19:17 WIB
ojk
OJK: Pemasaran Produk via Telepon Kerap Meresahkan
OJK (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Palembang: Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan (Sumsel) Patahudin mengakui pemasaran produk jasa keuangan melalui telepon kerap meresahkan masyarakat tanpa bertatap muka secara langsung sehingga dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan.

"Petugas pemasaran gencar menawarkan produk ke konsumen, terkadang perilaku ini sedikit mengganggu dan ini dipahami OJK. Meski demikian, hingga kini OJK belum mengeluarkan aturannya," kata Patahudin, di Palembang, Rabu (24/6/2015).

Ia mengemukakan OJK perlu mengkaji secara mendalam karena dalam aturan sebelumnya dinyatakan bahwa aktivitas penawaran produk jasa keuangan melalui telepon diperbolehkan karena tidak ada aturan yang melarang. 

"Hanya saja, harus mendapat izin konsumen yang ditelepon. Jadi sebelum menawarkan, si penelepon harus bertanya dulu. Jika konsumennya menolak maka tidak boleh diteruskan," kata Patahudin.

Namun, Patahudin tidak menyangkal kemudian muncul pertanyaan di masyarakat mengenai bagaimana cara petugas pemasaran mendapatkan nomor telepon calon nasabah. "Ini sering memunculkan pertanyaan, apakah terjadi jual beli data antarbank. Terkait dengan persoalan ini, saya menjamin itu tidak benar karena dalam industri perbankan penuh dengan aturan dan sangat ketat sekali," kata dia.

Ia menilai, celah terjadi ketika seseorang mengajukan permohonan untuk sejumlah produk jasa keuangan lain seperti asuransi, kartu kredit, dan lainnya. "Karena data sudah terekam di bank tertentu dan bisa jadi dimanfaatkan untuk menawarkan produk lain yang juga ada di bank itu. Ini saya alami sendiri, ketika ditelepon salah satu perbankan, dan saya langsung tanyakan darimana dapat nomor telepon saya," kata dia.

Terlepas dari persoalan ini, Patahudin mengingatkan ke masyarakat untuk tetap waspada pada praktik semacam ini dan tidak segan melapor ke OJK jika merasa dirugikan. "Masyarakat harus memahami bahwa OJK memiliki tiga fungsi utama yakni pengaturan dan pengawasan industri jasa keuangan serta perlindungan konsumen," pungkas dia.


(ABD)